Sukses di dunia ecommerce bukan hanya soal seberapa bagus produk yang Anda jual, tetapi juga seberapa baik Anda mengetahui cara menjualnya.
Bisnis ecommerce yang sukses menawarkan produk berkualitas tinggi di toko online mereka, sekaligus tahu cara memasarkan toko tersebut melalui iklan, media sosial, dan optimasi mesin pencari (SEO). Mereka memahami cara membuat toko ecommerce yang menarik bagi calon pelanggan.
Agar toko online Anda berkembang, Anda membutuhkan dua jenis keterampilan ecommerce: keterampilan teknis dan keterampilan nonteknis. Keterampilan teknis dalam industri ecommerce mencakup hal-hal seperti pengetahuan teknis dan analisis data. Sementara keterampilan nonteknis untuk bisnis online meliputi empati terhadap pelanggan dan kemampuan memecahkan masalah.
Dalam panduan ini, Anda akan mempelajari apa saja keterampilan ecommerce yang harus untuk dimiliki oleh seorang wirausahawan ecommerce.
Keterampilan ecommerce: Keterampilan teknis
- Pembuatan dan pemeliharaan situs web
- Optimasi mesin pencari (SEO)
- Analitik data
- Manajemen stok
- Manajemen informasi produk (PIM)
- Optim
Bisnis ecommerce yang sukses membutuhkan keterampilan teknis yang berkaitan dengan SEO, pemrosesan pembayaran, pengelolaan situs web ecommerce, dan analisis data. Berikut beberapa keterampilan spesifik yang dibutuhkan para pelaku bisnis di pasar digital yang terus berkembang ini:
Pembuatan dan pemeliharaan situs web
Baik apakah Anda membuat situs web dari nol maupun menggunakan pembuat situs web seperti Shopify, memahami desain antarmuka pengguna (UI) dan pengalaman pengguna (UX) adalah hal yang sangat berguna. Keterampilan ini akan membantu Anda menciptakan situs web yang nyaman dikunjungi, sekaligus mendorong penjualan.
Pengembangan front-end (HTML/CSS/JavaScript) juga merupakan keterampilan yang sangat bermanfaat, karena keterampilan tersebut memungkinkan pengelola ecommerce melakukan kustomisasi cepat dan hanya menggunakan coding sederhana pada tema toko. Hal ini memungkinkan Anda untuk melakukan variasi uji A/B (misalnya, mengubah posisi tombol Beli atau menambahkan tombol ajakan bertindak baru) tanpa harus bergantung pada pengembang.
Optimasi mesin pencari (SEO)
SEO dalam ecommerce lebih dari sekadar menarget kata kunci. Untuk mengoptimalkan toko online, Anda bisa memformat halaman produk, struktur kategori, dan arsitektur situs agar mesin pencari dapat mengindeks ribuan SKU dengan mudah.
Elemen teknis ecommerce mencakup riset kata kunci dan optimasinya, seperti memanfaatkan kata kunci long-tail dan transaksional untuk menjangkau pembeli berminat tinggi yang siap melakukan pembelian. Keberhasilan SEO akan mendatangkan lebih banyak lalu lintas ke situsmu dan meningkatkan pendapatan bisnis.
"Saya menyarankan untuk memahami cara kerja SEO," kata Misha Tenenbaum dalam sebuah wawancara di Shopify Masters. Dari sana, ia menyarankan agar Anda menggunakan pengetahuan tersebut untuk melakukan optimasi sederhana pada halaman produk Anda sendiri.
Analitik data
Analitik data melibatkan pengumpulan dan interpretasi metrik seperti tingkat konversi, nilai seumur hidup pelanggan (CLV), dan tingkat pengabaian keranjang belanja untuk mendukung pengambilan keputusan bisnis yang tepat.
Menganalisis data dapat membantu Anda mengenali pola perilaku, seperti saluran rujukan mana yang mendatangkan pembeli berulang atau strategi penjualan apa yang memengaruhi tren permintaan secara waktu nyata. Pemilik bisnis sering mengintegrasikan data dari Google Analytics, sistem manajemen hubungan pelanggan (CRM), dan platform email untuk mendapatkan gambaran lengkap tentang pelanggan dan penjualan dari seluruh funnel.
Manajemen stok
Manajemen stok ecommerce mencakup prediksi fluktuasi permintaan, menghindari penumpukan stok, dan meminimalkan modal yang tertahan pada barang yang belum terjual. Inilah yang menjadikannya salah satu keterampilan terpenting bagi wirausahawan ecommerce. Bisnis ecommerce sering kali menggunakan alat perkiraan stok untuk menyeimbangkan ketersediaan dan efisiensi. Manajer stok juga harus mampu menyinkronkan data stok di berbagai saluran, seperti situs web merek dan mitra ritel pihak ketiga, misalnya Tokopedia atau Shopee.
Manajemen stok tingkat lanjut melibatkan penggunaan perangkat lunak dan model statistik untuk memantau level stok, mengelola logistik pergudangan, dan memperkirakan permintaan di masa mendatang secara akurat. Dengan menguasai keterampilan teknis manajemen stok, Anda bisa mencegah kehabisan stok yang merugikan atau penumpukan barang yang pergerakannya lambat.
Manajemen informasi produk (PIM)
PIM melibatkan mengorganisir, memperbarui, dan mendistribusikan data produk di seluruh saluran penjualan. Tujuannya adalah memastikan semua judul produk, deskripisi produk, spesifikasi, dan gambar yang ada tetap konsisten, akurat, dan ramah SEO.
Sistem PIM yang dikelola dengan baik juga akan meningkatkan efisiensi operasional dan memungkinkan penyesuaian yang cepat terhadap penentuan harga atau ketersediaan selama promosi atau perubahan rantai pasokan. Hal ini penting bagi Anda jika Anda memiliki katalog yang beragam dan kompleks atau jika Anda menjual produk secara internasional, serta perlu mengelola beberapa bahasa dan mata uang secara efisien.
Optimasi tingkat konversi (CRO)
Optimasi tingkat konversi (CRO) berarti meningkatkan persentase pengunjung situs web yang melakukan tindakan yang diinginkan, baik itu melakukan pembelian, mengisi formulir, maupun mengklik sebuah tombol. CRO yang paling efektif melibatkan analisis kuantitatif dan kualitatif menggunakan alat seperti peta panas, rekaman sesi, dan analisis funnel untuk mengidentifikasi mengapa pengguna meninggalkan halaman pada titik-titik tertentu.
Metode CRO yang lebih sederhana melibatkan uji A/B untuk mengisolasi satu elemen dalam satu waktu. Data CRO memungkinkan Anda mengatasi titik gesekan secara sistematis (misalnya, memperbaiki alur checkout atau menyederhanakan proposisi nilai pada halaman arahan) untuk memaksimalkan pendapatan dari lalu lintas yang sudah ada.
Periklanan digital
Pemasaran digital memadukan penceritaan kreatif dengan analitik data untuk menjangkau audiens yang tepat pada momen yang tepat. Ini mencakup kampanye Google Shopping, iklan retargeting, dan postingan berbayar di platform media sosial yang menyesuaikan diri secara dinamis dengan niat pengguna. Pemahaman tentang platform iklan memungkinkan bisnis untuk menyempurnakan parameter penargetan, mengoptimalkan biaya per klik (CPC), dan menskalakan kampanye yang menguntungkan.
Keterampilan ecommerce: Keterampilan nonteknis
Hampir setiap deskripsi pekerjaan ecommerce mencantumkan persyaratan keterampilan teknis, tetapi keterampilan non teknis juga tak kalah penting. Bayangkan kemampuan beradaptasi, kemampuan memahami pelanggan, atau keterampilan manajemen proyek secara umum seperti pemecahan masalah dan memotivasi tim. Berikut beberapa keterampilan non teknis utama yang dihargai oleh perusahaan ecommerce antara lain:
Komunikasi
Komunikasi dalam ecommerce berarti menerjemahkan data, strategi, dan nilai merek ke dalam pesan yang jelas, baik untuk tim internal maupun pelanggan. Seorang komunikator yang andal mampu menyelaraskan tim pemasaran, operasional, dan dukungan pelanggan menuju tujuan yang sama, sekaligus merangkai kata-kata yang terhubung secara emosional dengan pelanggan.
Alat seperti dasbor visual atau platform kolaborasi (misalnya, Slack, Notion) dapat membantu menyederhanakan data yang kompleks dan menjaga sinkronisasi tim. Dibutuhkan keterampilan teknis untuk mempelajari platform-platform ini, dan keterampilan non teknis untuk memanfaatkannya secara efektif.
Pemecahan masalah
Pemecahan masalah dalam ecommerce sering kali membutuhkan pemikiran cepat dan metode yang terstruktur, seperti analisis akar penyebab (RCA) atau penggunaan diagram alur keputusan untuk memetakan solusi. Misalnya, ketika tingkat konversi turun, seorang pemecah masalah yang baik tidak hanya menebak-nebak, melainkan mengisolasi variabel seperti waktu muat, kualitas iklan, dan proses checkout.
Pemecah masalah ecommerce yang andal menerapkan heuristik (jalan pintas mental) untuk mengidentifikasi pola dalam perilaku pelanggan dan menguji solusi secara bertahap hingga hasilnya membaik.
Kemampuan beradaptasi
Dunia ecommerce terus berubah. Pembaruan algoritma, gangguan rantai pasokan, dan tren konsumen baru muncul secara berkala, siap atau tidak. Profesional yang adaptif dapat mengubah strategi dengan cepat tanpa kehilangan fokus pada tujuan jangka panjang.
Mungkin maksudnya di sini antara lain penjualan baru, bereksperimen dengan sumber daya AI, atau menyesuaikan model harga dan model pemenuhan pesanan agar tetap kompetitif. Kemampuan beradaptasi juga mencakup pola pikir belajar terus-menerus, di mana umpan balik dan data digunakan untuk mendorong inovasi, dan Anda selalu siap menerapkan keterampilan serta strategi baru untuk menghadapi situasi yang ada.
Kepemimpinan
Kepemimpinan yang efektif dalam ecommerce berarti memberdayakan tim melalui pengambilan keputusan berbasis data dan pendelegasian yang jelas. Daripada memimpin dengan otoritas dan sekadar memberi perintah, pemimpin yang baik menciptakan kerangka kerja, seperti tinjauan indikator kinerja utama (KPI) mingguan atau dasbor analitik bersama. Hal ini memungkinkan karyawan mengambil keputusan sendiri secara mandiri dalam koridor tujuan yang telah ditetapkan. Kepemimpinan juga mencakup membangun budaya eksperimentasi, di mana solusi inovatif dianjurkan dan diapresiasi.
Pemimpin terbaik memadukan pemahaman tentang budaya perusahaan dan hal-hal yang telah terbukti berhasil di masa lalu dengan keterbukaan terhadap ide-ide baru. Misalnya, seorang anggota tim mungkin mengusulkan kampanye pemasaran yang tidak pernah terpikirkan oleh Anda sebelumnya. Namun, setelah mempelajari proposal tersebut dengan saksama, Anda menyadari bahwa desainnya bagus dan model pembuatan kontennya solid. Daripada bertahan dengan cara lama, Anda menjalankan eksperimen A/B di mana ide kampanye baru tersebut diuji berdampingan dengan kampanye daur ulang dari tahun sebelumnya.
Empati terhadap pelanggan
Empati terhadap pelanggan berarti benar-benar memahami apa yang membuat mereka termotivasi membeli, apa yang membuat mereka frustrasi, dan bagaimana merek Anda dapat meningkatkan pengalaman pelanggan. Para profesional ecommerce menerapkan hal ini dengan memetakan perjalanan pelanggan, mengidentifikasi titik-titik masalah, dan menyesuaikan pengalaman yang terasa personal. Empati juga mendorong desain UX dan copy pemasaran yang lebih baik, memastikan interaksi digital terasa manusiawi, bukan sekadar transaksional.
Persuasi
Persuasi adalah keterampilan nonteknis yang berlaku untuk komunikasi internal maupun eksternal. Ini adalah keterampilan yang menjadi artikel blog, kampanye pemasaran email, hingga halaman produk di situs ecommerce Anda.
Persuasi juga berlaku dalam manajemen karyawan. Terkadang, anggota tim merasa kurang terlibat, dan pemimpin dapat secara halus membujuk mereka agar selaras dengan tim, misalnya dengan menghubungkan inisiatif perusahaan dengan nilai-nilai pribadi karyawan tersebut.
FAQ keterampilan ecommerce
Apa saja keterampilan yang dibutuhkan dalam ecommerce?
Profesional ecommerce membutuhkan keterampilan non-teknis membutuhkan perpaduan antara keterampilan non-teknis seperti kemampuan untuk memasarkan bisnis mereka atau membuat API yang tampil di situs web lain. Sementara keterampilan non teknis merupakan keterampilan yang mencakup adanya empati ketika menjawab pertanyaan dari pelanggan.
Keterampilan mana yang paling penting untuk ecommerce?
Tidak ada satu keterampilan ecommerce yang lebih penting dari yang lain, tetapi beberapa yang paling krusial mencakup pembuatan situs web, manajemen stok, dan integrasi gerbang pembayaran.
Apakah ecommerce termasuk keterampilan teknis?
Ecommerce membutuhkan banyak keterampilan teknis, meliputi manajemen informasi produk (PIM) dan optimasi tingkat konversi (CRO).

