Jika Anda pernah berharap ada bola kristal ajaib yang bisa memberi tahu produk apa yang sedang tren untuk dijual di toko Anda, ada kabar baik. Google Trends adalah alternatif terbaik menuju impian tersebut. Ternyata, Google mampu memprediksi arah pasar ritel hingga tiga kuartal ke depan.
Riset terbaru dari K. Ramesh dan Gary Lind menganalisis pola pencarian Google untuk hampir 200 peritel publik di AS antara tahun 2004 dan 2019. Ketika volume pencarian meningkat, pendapatan pun ikut naik, dan hal ini sering terjadi jauh sebelum para analis atau investor menyadarinya.
Bahkan, strategi investasi yang dibangun berdasarkan tren pencarian mengungguli model tradisional sebesar 2% hingga 3%. Ini juga merupakan kabar baik bagi para peritel seperti Anda. Google Trends adalah alat prediksi gratis yang sudah ada di depan mata Anda.
Dalam artikel ini, Anda akan mempelajari cara memanfaatkan Google Trends secara optimal, baik untuk toko online maupun toko fisik. Anda akan memahami apa itu Google Trends, bagaimana alat ini membantu para peritel, produk apa saja yang sedang tren saat ini, dan kesalahan umum yang perlu dihindari.
Apa itu Google Trends?
Google Trends adalah alat gratis dari Google yang melacak apa yang dicari orang, bagaimana minat terhadap pencarian tersebut berubah dari waktu ke waktu, dan dari mana pencarian itu berasal. Daripada menampilkan angka pasti, Google Trends mengindeks volume pencarian dalam skala 0 hingga 100. Ini membantu Anda membandingkan popularitas relatif dari berbagai topik, produk, atau kata kunci.
Sebagai mesin pencari terkemuka di dunia, Google memproses lebih dari lima triliun kueri pencarian setiap tahunnya. Algoritme canggih Google secara efektif mengolah data pencarian yang Anda dan pelanggan Anda cari. Hal ini menjadikannya salah satu sumber terbaik untuk riset pasar yang mendekati waktu nyata mengenai tren belanja yang akan berguna sebagai inspirasi dan ide pengadaan produk.
Bagaimana Google Trends membantu para peritel
Google Trends adalah riset pasar gratis yang bisa langsung Anda manfaatkan untuk menemukan dan memvalidasi produk. Berikut caranya:
- Temukan volume pencarian produk. Jangan buang waktu meluncurkan sesuatu yang tidak dicari siapa pun. Pencarian cepat di Trends akan menunjukkan apakah pembeli sudah mencari ide produk Anda sebelumnya atau belum.
- Periksa permintaan musiman. Mainan hari raya, tabir surya, peralatan olahraga di rumah, sebagian besar kategori memiliki siklus tersendiri. Gunakan Trends untuk membuat perencanaan mendatang, menyeimbangkan stok musiman dengan produk yang selalu relevan, dan menghindari kejutan arus kas.
- Pahami kosakata pelanggan Anda. Haruskah Anda mengiklankan "hair dryer brush" atau "blowout brush"? Trends memungkinkan Anda membandingkan istilah secara berdampingan untuk melihat kata mana yang benar-benar diketik audiens Anda di Google. Wawasan ini dapat membuat teks iklan, SEO, dan kampanye pemasaran Anda jauh lebih efektif.
10 produk yang sedang tren di Google Trends
Berikut adalah beberapa data yang digunakan artikel ini untuk menentukan apa yang "sedang tren":
- Data merchant Shopify. Perbandingan pertumbuhan penjualan merchant Shopify di AS pada Juni 2025 versus Juni 2024 untuk melihat produk mana yang mengalami lonjakan.
- Validasi Google Trends. Google Trends digunakan untuk mengonfirmasi momentum permintaan pencarian yang nyata.
- Laporan ConsumerSignals dari Deloitte. Ini adalah studi longitudinal tentang produk konsumen apa yang dibelanjakan rumah tangga dan alasannya. Temuan terbaru menunjukkan bahwa konsumen cenderung berbelanja lebih banyak karena dorongan kenyamanan (21%), relaksasi (16%), dan kepraktisan (12%).
- Prakiraan ritel 2026 dari National Retail Federation. Laporan ini, antara lain, menyoroti kesehatan sebagai fokus utama, dengan studi yang menunjukkan semakin banyaknya pilihan kudapan tinggi protein.
Berikut adalah 10 produk yang sedang tren, didukung oleh data penjualan, perilaku pencarian, dan tren pengeluaran konsumen:
1. Matras yoga
Selama setahun terakhir, minat pencarian terhadap "yoga mat" tetap kuat secara konsisten, dengan lonjakan musiman yang jelas. Minat pencarian memuncak sekitar bulan Januari, melemah di pertengahan tahun, lalu kembali naik menjelang akhir tahun, dengan permintaan keseluruhan yang tetap di atas level awal 2025.
Permintaan ini sejalan dengan perilaku konsumen yang lebih bervariasi. Laporan ConsumerSignals Deloitte menyoroti bahwa konsumen cenderung berbelanja lebih banyak untuk pembelian yang memberikan kenyamanan (21%) dan kepraktisan (12%). Matras yoga memenuhi kedua kriteria tersebut. Dan menurut McKinsey, sektor kesehatan dan kebugaran global kini tumbuh secara konsisten, bahkan di tengah ketidakpastian ekonomi yang semakin meluas.
Matras yoga telah menjadi simbol kesehatan di rumah, sekaligus berfungsi sebagai alas untuk Pilates, peregangan, meditasi, dan olahraga di rumah. Hal ini menjadikannya produk yang tahan lama dengan puncak musiman sekaligus permintaan yang selalu relevan.
💡Wawasan utama: Permintaan tinggi, namun persaingan juga ketat. Bedakan diri Anda dengan bahan ramah lingkungan, peningkatan fungsional, desain stylish, atau bundel produk. Jika Anda memiliki ide bisnis kesehatan dan kebugaran, mari coba ambil inspirasi dari Gaiam, yang bermigrasi ke Shopify dan meningkatkan konversi dengan halaman arahan berbasis navigasi visual dan pendekatan storytelling, bukan sekadar konten grid produk biasa.
2. Rok lilit
Selama setahun terakhir, minat pencarian terhadap "wrap skirt" terus meningkat, dengan lonjakan terkuat antara Maret dan Mei 2025. Google Trends menunjukkan pencarian wrap skirt (rok lilit) yang naik sepanjang musim semi dan awal musim panas sebelum mereda menjelang akhir tahun. Ini jelas menunjukkan tren mode musiman.
Tren ini dipertegas dalam Shopping Report musim semi 2025 dari Google, yang menyebut rok lilit sebagai pencarian rok "breakout" musim semi tahun itu.
Media fashion pun selaras dengan momentum ini. Seperti yang dilaporkan Cosmopolitan pada Agustus 2025, apa yang bermula sebagai microtrend rok syal, yaitu bandana sutra yang diikat sebagai rok atau dipadukan dengan gaya Y2K, kini telah berkembang menjadi rok lilit penuh, didukung oleh penampilan di panggung mode musim semi 2025 dari Miu Miu, Dior, dan Salvatore Ferragamo.
💡Wawasan utama: Fashion bergerak cepat, tetapi juga bersifat siklus. Rok lilit kembali populer mengikuti gelombang Y2K dari masa kejayaannya di tahun 2000-an, membuktikan nilai dari memantau kebangkitan tren lama di samping microtrend baru. Tampil beda dengan mengatur waktu perilisan terbatas pada puncak musiman dan memadukan rok dengan item pelengkap (seperti sandal).
3. Sabun
Pencarian untuk "soap" tetap ramai dan bahkan sedikit meningkat sepanjang 2025. Google Trends menunjukkan titik awal yang stabil dibandingkan tahun lalu, dengan sedikit lonjakan di sekitar momen pembelian musiman.
Tahun 2024 saja, merchant Shopify berhasil menjual lebih dari 23 juta batang sabun dan lebih dari 18 juta botol sampo. Jika dikaitkan dengan faktor pendukung konsumen seperti kenyamanan, kepraktisan, dan kesehatan, sangat mudah dimengerti mengapa sabun terus mendominasi kategori kecantikan dan perawatan diri.
Kategori mandi dan perawatan tubuh ini bersifat relevan setiap saat sekaligus penuh peluang wirausaha. Salah satu bukti nyata bahwa sabun telah menjadi fenomena budaya adalah Selebriti Sydney Sweeney yang meluncurkan sabunnya sendiri dengan "sentuhan" air mandinya tahun ini. Adakah fenomena penanda lain yang dapat membatah fakta ini?
Pengusaha tangguh Lisa Jolly terinspirasi memulai bisnis dari sebuah kompetisi Shopify. Ia belajar sendiri cara membuat sabun dengan madu Manuka dalam satu pekan, membangun website, mendapatkan pesanan senilai $100.000 di hari ulang tahunnya yang ke-40, dan akhirnya berkembang menjadi beberapa toko ritel dan sebuah pabrik.
Sejak saat itu, ia juga belajar sendiri cara menerbitkan buku secara mandiri dan dalam empat bulan sudah memiliki 15 buku di Amazon. Ia juga memiliki perusahaan baru, I Am Hot Honey. Sebagai seorang "pejuang lingkungan" sejati, madu Lisa dikemas menggunakan bahan daur ulang dari industri madu. Bahkan tutupnya dirancang agar bisa tumbuh menjadi kebun herbal mini, mendukung para penyerbuk yang membuat produk ini menjadi mungkin.
💡Wawasan utama: Produk kebutuhan sehari-hari bisa ditingkatkan nilainya. Merek yang unggul dalam kategori sabun mengandalkan kemasan ramah lingkungan, sistem isi ulang, formula alami, dan aroma unik, seperti aroma bacon.
4. Celana Jalan-jalan
Data Google Trends menunjukkan tren kenaikan panjang untuk "travel pants", stabil sepanjang tahun 2000-an, kenaikan terlihat setelah 2016 dan lonjakan tajam setelah 2022 seiring bangkitnya kembali industri perjalanan.
Dalam dua dekade, minat terhadap produk ini telah mencapai level tertingginya, menjadikannya salah satu contoh paling jelas dari peluang produk yang berkembang perlahan hingga menjadi kategori arus utama.
Menurut Travel Outlook 2025 dari Skift Research, orang-orang merencanakan 24% lebih banyak perjalanan daripada di tahun 2024. Mereka juga menggunakan pakaian yang senada untuk itu. Laporan Tren Belanja musim semi 2025 dari Google bahkan menyebut "celana linen kaki lebar" sebagai gaya perjalanan yang paling menonjol.
Berbicara soal celana, pada tahun 2024, merchant Shopify mencatatkan peningkatan penjualan "barrel jeans", yang diikuti oleh kenaikan pencarian Google sebesar 500%.
💡Wawasan utama: Buat koleksi musiman seputar perlengkapan perjalanan, tonjolkan bahan teknis (breathable, anti-kusut), dan sasar komunitas "#airportoutfit" di TikTok dan Instagram menggunakan konten bergaya yang dirilis tepat pada puncak musim perjalanan.
@ptpm1key gotta rock the grey sweats
#streetwear #fypシ゚viral #fashion #outfitinspo #4u ♬ Timeless - The Weeknd & Playboi Carti
5. Botol minum pakai ulang
Google Trends menunjukkan minat yang fluktuatif terhadap "reusable water bottle" selama setahun terakhir, dengan lonjakan berkala yang didorong oleh momen viral daripada pertumbuhan yang stabil. Lonjakan tajam di akhir tahun mencerminkan hype yang dipicu merek, terutama Stanley, diikuti normalisasi saat pembeli mulai mengeksplorasi gaya alternatif.
Kategori botol minum pakai ulang global bernilai $9,72 miliar pada tahun 2024 dan diproyeksikan naik menjadi $10,17 miliar pada tahun 2025 serta $15,27 miliar pada tahun 2034.
Sementara itu, #WaterTok di TikTok telah meraup 2,5 miliar penayangan, bukti bahwa botol minum kini lebih dari sekadar fungsi, melainkan sudah menjadi aksesori fashion, didukung oleh tren TikTok. Seperti yang diungkapkan The Economist: "Botol minum, aksesori yang paling diinginkan Gen Z."
Contoh nyatanya adalah Memobottle.
Awalnya merupakan kampanye Kickstarter untuk mengurangi plastik sekali pakai, merek ini berhasil mengumpulkan lebih dari seperempat juta dolar dan menjadi ikon desain. Cukup tipis untuk dimasukkan ke dalam tas laptop, produk ini memecahkan masalah nyata bagi para pelancong bisnis.
Kemudian produk ini viral, masuk ke dalam tas hadiah nominasi untuk Leonardo DiCaprio dan Matt Damon. Momen inilah yang akhirnya memantapkan reputasinya sebagai produk berkelanjutan sekaligus aksesori gaya hidup premium.
💡Wawasan utama: Kategori ini, percaya atau tidak, lebih tentang ekspresi diri daripada hidrasi. Gen Z memperlakukan botol minum seperti koleksi fashion, bukan perlengkapan gym. Fokus pada desain yang berani, tonjolkan pencapaian keberlanjutan Anda, dan manfaatkan momen budaya untuk mengubah produk utilitas biasa menjadi pernyataan gaya.
6. Dekorasi rumah
Google Trends mengindikasikan adanya minat yang konsisten terhadap "home decor" sepanjang tahun, dengan puncak musiman yang terkait dengan pembaruan musim panas dan perencanaan hari raya.
Angka di balik tren ini sangat besar. Rata-rata rumah tangga menghabiskan ribuan dolar per tahun untuk dekorasi rumah. Belum lagi, di media sosial, obsesi ini bahkan lebih besar: tagar #homedecor di Instagram memiliki 174 juta postingan, menjadikannya salah satu kategori gaya hidup paling bertahan lama di platform tersebut.
💡Wawasan utama: Dekorasi rumah berhasil mencatatkan penjualan ketika tampilannya menarik dan mudah dibeli. Andalkan visual yang memukau, pembaruan musiman, dan produk dengan harga terjangkau yang menarik pembeli sejak awal. Merchant Shopify Sweet Water Decor berhasil dengan formula ini, dimulai dari mug bertulisan tangan yang viral di Instagram sebelum berkembang ke lilin dan produk dekorasi lainnya. Untuk mencoba strategi ecommerce dekorasi rumah ini, mulailah dengan satu produk unggulan yang fotogenik, lalu kembangkan ke seluruh kategori.
7. Persediaan hewan peliharaan
Tren hewan peliharaan sebagai bagian dari keluarga kini berdampak langsung pada pengeluaran konsumen. Google Trends menunjukkan minat yang konsisten tinggi terhadap "pet supplies" sepanjang tahun, dengan lonjakan sesekali yang terkait dengan promosi atau momen musiman.
Di Korea, populasi hewan peliharaan telah melampaui 15 juta ekor, mendorong permintaan peralatan rumah tangga yang ramah hewan peliharaan. Di Indonesia sendiri, tren memelihara hewan peliharaan terus berkembang, dengan semakin banyak pemilik yang mencari produk kesehatan dan gaya hidup untuk hewan kesayangan mereka.
💡Wawasan utama: Raih pasar bisnis hewan peliharaan ini dengan memperluas ke produk kesehatan (camilan CBD untuk kecemasan, suplemen kesehatan sendi), gaya hidup (kotak pasir self-cleaning, vakum ramah hewan peliharaan, tempat tidur ortopedi untuk anjing), dan produk premium (set pakaian serasi pemilik dan hewan peliharaan, tas desainer, kotak camilan berlangganan).
8. Blush
Google Trends menunjukkan minat yang terus berutmbuh terhadap "blush" selama setahun terakhir, dengan lonjakan di sekitar belanja hari raya dan tren riasan musim panas. Lebih cenderung stabil, karena menurut Business of Fashion, "blush sedang mengalami kebangkitan."
Berbicara secara khusus, Rare Beauty's Soft Pinch Liquid Blush saja dapat menghasilkan pendapatan global sebesar $2 miliar pada tahun 2023, terjual satu unit setiap sembilan detik. Vogue menyebutnya "bocah yang bersemi kembali dalam dunia makeup."
Sementara itu, Rhode's Pocket Blush, yang menjadi favorit TikTok sejak diluncurkan, menjadi "blush yang paling banyak dibicarakan" pada Agustus 2024, mengungguli Rare Beauty dan Benefit dalam peringkat dampak media Launchmetrics.
Instagram dan TikTok semakin memperkuat "ledakan blush" ini. Tren seperti riasan "tomato girl" dan "strawberry girl" telah memberikan perhatian khusus pada pipi yang merona dan berani. Sementara teknik-teknik baru seperti blush draping, sandwiching, dan glazing terus membuat kategori ini tetap segar.
💡Wawasan utama: Inilah sesuatu yang berhasil dalam dunia kecantikan: ambil produk yang sudah digunakan semua orang, berikan sentuhan baru, dan jadilah ruang bagi Anda untuk menjual riasan secara online. Pertimbangkan merek berbasis Shopify, Glamnetic. Pendirinya, Ann McFerran, memilih bulu mata magnetis, sebuah inovasi dari produk kosmetik yang sudah populer, dan berkembang masuk ke Sephora dan Ulta. Strategi yang sama berlaku untuk blush: perbarui produk yang sudah ada, dan itu bisa membangun ulang merek Anda.
9. Serbuk protein
Google Trends menunjukkan minat yang konsisten tinggi terhadap "protein powder" selama setahun terakhir, dengan lonjakan tajam yang terkait dengan program kebugaran baru dan momen nutrisi yang viral, bukan kurva naik yang mulus.
Protein kini telah menjadi arus utama. Secara global, konsumsi protein terus meningkat, mendorong kategori ini menjadi senilai $114 miliar di seluruh dunia. Inovasi produk pun terus berakselerasi seiring permintaan; Innova Market Insights melaporkan peningkatan 122% dalam peluncuran minuman dan shake berprotein tinggi antara tahun 2020 dan 2024.
💡 Wawasan utama: Peluang ada pada format (sasyet sekali saji, protein jernih), fungsi (tidur, kesehatan usus, hormon wanita), dan kepercayaan (label bersih, pengujian pihak ketiga). Pilih produk yang sudah cukup dikenal, buat lebih mudah digunakan, dan bangun permintaan berulang.
10. Set Lego
Google Trends menunjukkan minat terhadap "Lego set" yang terus meningkat sepanjang tahun, dengan lonjakan tajam selama musim belanja hari raya sebelum kembali stabil di atas level awal tahun.
Di TikTok, kreator seperti Serena Neel, yang sering disebut "the Lego girl," telah mengubah proses merakit Lego menjadi konten yang emosional dan penuh cerita. Video Angel Tree-nya saja telah membantu mengubah citra Lego sebagai sarana kreativitas yang terhubung dengan nostalgia dan makna personal, menarik jutaan penonton jauh melampaui audiens mainan tradisional.
Data pasar mendukung hal ini. Menurut Circana, penjualan mainan untuk orang dewasa naik 12% secara tahunan pada Q1 2025, kini menyumbang hampir sepertiga dari total penjualan mainan global. Lego mewakili 22% dari seluruh pembelian mainan oleh orang dewasa.
Barclays menambahkan konteks di sini, mengacu pada tren yang lebih luas dalam pembelian "pick me up": kemewahan terjangkau yang menawarkan pereda stres dan momen kebahagiaan kecil.
💡 Wawasan utama: Momentum Lego sepenuhnya tentang repositioning. Peluangnya ada pada stand display, sistem penyimpanan, kit pencahayaan, rakitan bertema dewasa, atau aksesori untuk kolektor. Pilih produk yang sudah dikenal, ubah alasan di balik pembeliannya, dan permintaan akan mengikuti.
Cara menggunakan Google Trends untuk riset produk
1. Mulai dari yang umum, lalu gali peluang niche
Pencarian cepat dapat menunjukkan apakah minat sedang naik, stagnan, atau menurun sebelum Anda menghabiskan waktu dan anggaran untuk stok.
Berikut cara memulainya:
- Mulai di Trending now untuk menangkap sinyal awal sebelum permintaan benar-benar melonjak. Tampilan ini menampilkan apa yang sedang aktif dicari orang saat ini, membantu Anda menangkap momentum lebih awal, sebelum muncul dalam grafik tahunan.
- Selanjutnya, pindah ke Explore dan alihkan ke Shopping search. Mulai dengan kategori luas seperti "pelembap" untuk memahami apakah permintaan stabil, musiman, atau menurun selama setahun terakhir.
- Dari sana, gunakan Related queries dan Related topics untuk melihat bagaimana pembeli mempersempit niat mereka. Anda mungkin menemukan pencarian yang meningkat untuk merek tertentu (CeraVe, Neutrogena), kasus penggunaan (malam hari), atau manfaat tambahan (SPF). Di sinilah minat yang luas berubah menjadi sinyal pembelian yang konkret.
- Terakhir, gunakan Compare untuk membandingkan produk atau sub-kategori terkait secara berdampingan dan tentukan apakah Anda melihat tren sesaat, lonjakan musiman, atau peluang relevan setiap saat yang layak mendapatkan peluang investasi.
2. Identifikasi tren musiman dan rencanakan kalender pemasaran Anda
Tidak semua produk populer sepanjang tahun. Contoh paling jelas adalah produk bertema Natal. Orang umumnya tidak membeli dekorasi bertema Santa di bulan Juni, dan permintaan tinggi untuk produk hari raya memuncak di bulan-bulan akhir tahun.
Produk yang tampaknya tidak musiman pun sering memiliki pola pembelian yang siklus. Google Trends menunjukkan bahwa pencarian untuk "lunchbox," misalnya, memuncak pada bulan Agustus, tepat sebelum tahun ajaran baru dimulai.
Untuk menganalisis produk populer berdasarkan musim di Google Trends:
- Analisis tahun ke tahun. Bandingkan minat pencarian produk Anda pada bulan yang sama di berbagai tahun untuk mengidentifikasi tren musiman yang konsisten.
- Cari pola. Perhatikan apakah minat pencarian memuncak di sekitar acara tertentu, pola cuaca, atau hari libur nasional tertentu. Ini bisa menjadi indikasi waktu terbaik untuk meningkatkan upaya pemasaran Anda.
- Analisis tren kategori musiman yang lebih luas. Perhatikan tren keseluruhan dalam kategori produk Anda yang lebih luas di berbagai waktu dalam setahun untuk mengukur apakah minat terhadap kategori tersebut sedang naik atau turun. Perspektif yang lebih luas ini dapat membantu Anda membedakan antara tren musiman yang spesifik pada produk dan pergerakan pasar umum untuk kampanye pemasaran yang lebih baik.
3. Pertimbangkan umpan balik pelanggan
Umpan balik pelanggan, dikombinasikan dengan data Google Trends, selalu menjadi titik awal yang baik untuk meluncurkan bisnis, produk baru, atau layanan yang benar-benar diminati.
Rancang pertanyaan terbuka yang mendorong pelanggan ideal Anda untuk membicarakan masalah utama dan momen kesulitan mereka. Dengan alat riset kueri pencarian lanjutan seperti Semrush atau Ahrefs, Anda bahkan dapat menggali lebih dalam hingga ke kata kunci long-tail untuk pengguna yang mencoba menemukan jawaban atas tantangan sangat spesifik terkait ide produk Anda, guna validasi lebih lanjut.
4. Manfaatkan related queries dan related topics sebagai tambang kata kunci
Selain memberi tahu seberapa populer suatu istilah, Google Trends juga mengungkap pencarian dan tema di sekitarnya yang digunakan orang bersamaan dengan istilah tersebut.
Di sinilah related queries (frasa persis yang diketik orang) dan related topics (konsep yang lebih luas yang mereka jelajahi) berperan.
Gunakan data ini untuk menemukan bahasa yang tepat digunakan pelanggan Anda, beserta tren yang muncul untuk ditargetkan dalam SEO, iklan, atau deskripsi produk.
Contohnya "laser hair removal":
- Related queries yang meningkat mencakup "price of laser hair removal" (+170%) dan "laser hair removal Manhattan" (+120%). Keduanya menunjukkan permintaan kuat akan transparansi biaya dan layanan berbasis lokasi.
- Related topics seperti "Milan Laser Hair Removal" dan "Electrology" menunjukkan bahwa konsumen tidak hanya mempertimbangkan penyedia layanan, tetapi juga membandingkan perawatan alternatif.

Berikut cara menggunakannya:
- Cari istilah produk utama Anda.
- Pindai related search queries untuk memahami niat pelanggan: Apakah mereka sensitif terhadap harga? Berfokus pada lokasi? Penasaran dengan alternatif?
- Gunakan related topics untuk memetakan kompetitor Anda dan menemukan niche terdekat yang layak diuji.
- Masukkan wawasan SEO niche ini ke dalam penargetan kata kunci, teks iklan, dan strategi merchandising, misalnya, buat halaman arahan spesifik kota atau bundel layanan untuk mengatasi kekhawatiran harga.
5. Bandingkan ide produk untuk menemukan keunggulan Anda
Fitur "Compare" di Google Trends adalah alat analisis kompetitif yang ringan. Anda dapat membandingkan dua produk atau lebih secara berdampingan dan melihat manakah produk yang mendapatkan kenaikan lebih cepat, dan di mana lokasinya.
Berikut cara kerjanya:
- Ketik produk atau topik pertama Anda.
- Klik tombol + Compare di bilah pencarian.
- Tambahkan produk atau topik kedua Anda.
- Grafik akan menampilkan kedua garis secara bersamaan, menggunakan skala relatif 0 hingga 100 yang sama.
Ambil contoh istilah pencarian "yoga mat" versus "pilates reformer" selama setahun terakhir:
- Yoga mat (biru) secara konsisten mengungguli pilates reformer (merah), dengan lonjakan jelas pada bulan Januari (resolusi tahun baru) dan musim semi.
- Pilates reformer memiliki momen minat, namun tidak pernah mempertahankan volume yang sama.
Jika Anda adalah peritel di kategori kesehatan dan kebugaran, wawasan ini menunjukkan bahwa perlengkapan yoga adalah pilihan yang lebih aman untuk stok yang relevan setiap saat, sementara peralatan pilates bisa menjadi niche upsell yang cerdas untuk pembeli kebugaran yang lebih berdedikasi. Anda bisa:
- Menyediakan berbagai pilihan yoga mat (ramah lingkungan, bercetak panduan posisi, bundel dengan aksesori).
- Menguji pilates reformer sebagai produk premium dengan harga lebih tinggi untuk segmen yang lebih kecil namun lebih loyal.
Manfaatkan fitur Compare Google Trends untuk keunggulan kompetitif:
- Lihat di mana permintaan paling kuat. Membandingkan produk secara berdampingan menunjukkan mana yang memiliki minat pencarian lebih tinggi atau lebih konsisten. Ini membantu Anda memutuskan apakah akan bertaruh pada pasar niche yang sedang berkembang atau berinvestasi pada yang lebih besar dan sudah mapan.
- Identifikasi celah di pasar. Perbandingan tidak hanya menyoroti pemenang dan yang kalah, tetapi juga apa yang kurang. Jika produk niche sedang berkembang namun kurang terwakili, itu adalah peluang untuk memposisikan diri secara berbeda, baik melalui harga, fitur, maupun pemasaran.
- Prioritaskan sumber daya. Mengetahui produk mana yang memiliki permintaan dasar lebih tinggi berarti Anda dapat mengalokasikan inventaris, anggaran iklan, dan pembuatan konten secara lebih strategis, sambil tetap menyisakan ruang untuk bereksperimen dengan produk yang kurang populer.
6. Validasi permintaan produk di luar Google Trends
Data Google Trends adalah indikator yang baik untuk kebiasaan pencarian, tetapi tidak semua topik yang sedang tren adalah produk yang benar-benar akan dibeli orang. Validasi ide produk Anda dengan membandingkan data dari beberapa marketplace sebelum menghabiskan jutaan rupiah untuk pengembangan produk:
- Cari kompetitor yang menjual produk yang sama. Sesuatu sesederhana mengamati berapa banyak kompetitor yang menawarkan produk tersebut dapat mengindikasikan kejenuhan pasar atau peluang diferensiasi.
- Jelajahi marketplace. Ukur permintaan, strategi penetapan harga, dan ulasan pelanggan untuk produk serupa di berbagai marketplace.
- Analisis tren media sosial. Pencarian tagar cepat di Instagram atau TikTok (misalnya, #NighttimeSkincare, #SPFMoisturizer) akan menunjukkan apakah percakapan sedang ramai dengan keterlibatan nyata, atau hanya sekadar tetesan kecil.
- Survei target audiens Anda. Umpan balik dari calon pelanggan memvalidasi apakah minat yang ditunjukkan di Google Trends benar-benar berubah menjadi niat membeli. Ini adalah salah satu cara terbaik untuk memvalidasi apakah ide produk Anda akan laku.
💡Tips pro: Google Trends menunjukkan ke mana arah minat, namun minat tidak selalu berarti penjualan untuk bisnis Anda. Setelah menemukan ide yang menjanjikan, validasi dengan data pembelian nyata. Admin Shopify memberi Anda satu sumber kebenaran di seluruh penjualan, inventaris, dan titik kontak pelanggan, membantu Anda melihat apakah sebuah tren benar-benar menghasilkan pendapatan.
Lebih dari sekadar dasar: Fitur lanjutan Google Trends
Setelah Anda nyaman dengan fitur-fitur dasar, saatnya menjelajahi filter yang lebih canggih yang ditawarkan Google Trends.
Pencarian berbasis lokasi
Saat Anda mencari istilah di Google Trends, Anda akan melihat peta yang diarsir berdasarkan lokasi tempat kata kunci tersebut paling populer. Wilayah yang lebih gelap berarti minat pencarian relatif lebih tinggi.
Di sebelah kanan, Anda akan menemukan daftar peringkat negara bagian, kota, atau negara dengan permintaan terkuat. Mengarahkan kursor ke suatu wilayah menampilkan detail lebih lanjut mengenai bagaimana pencarian tersebut dibandingkan dengan pencarian lain di lokasi yang sama.
Data lokasi membantu Anda menentukan di lokasi mana harus fokus. Jika "moisturizer" mengalami lonjakan di New York dan New Jersey, itu adalah sinyal untuk melokalisasi kampanye iklan, menyasar iklan, atau bahkan menguji situs web munculan di pasar tersebut.
Frasa khusus belanja
Alihkan filter dari Web Search ke Shopping untuk menyaring pencarian yang intensinya sekadar penasaran dan menyoroti kueri dengan niat pembelian.
Daripada seseorang yang melakukan pencarian di Google dengan kata kunci "blush" untuk inspirasi, Anda akan melihat pencarian seperti "Rare Beauty liquid blush" atau "Soft Pinch liquid blush", sinyal bahwa pembeli sudah tahu apa yang mereka inginkan dan siap membeli.
Istilah yang sedang naik dan breakout
Pindah ke tab Related Queries atau Related Topics ke Rising (ini seharusnya menjadi opsi default). Ini menampilkan mana pencarian yang mendapatkan momentum paling besar menggunakan kata kunci Anda. Persentase mencerminkan seberapa besar pertumbuhan suatu istilah dibandingkan periode sebelumnya.
Jika Anda melihat Breakout daripada persentase, itu berarti pencarian tumbuh lebih dari 5.000%: sinyal kuat akan adanya minat viral atau yang muncul dengan cepat.
Mari ambil contoh kategori suplemen. Istilah seperti "momentous supplements" melonjak 4.500%, sementara "gary brecka supplements" mencapai status breakout.
Hal itu menginformasikan Anda dua hal:
- Penemuan konsumen sedang terjadi sekarang. Merek-merek ini sedang dicari berdasarkan nama untuk pertama kalinya dalam skala besar.
- Anda bisa bertindak sebelum pasar jenuh. Stok merek tersebut, buat konten seputar produk tersebut, atau kembangkan alternatif.
Volume pencarian relatif vs. absolut
Kesalahpahaman besar tentang Google Trends adalah bahwa angka-angkanya mewakili volume pencarian mentah. Itu tidak benar.
Trends menggunakan skala relatif 0 hingga 100 untuk menunjukkan bagaimana minat terhadap suatu istilah berubah dari waktu ke waktu. Skor 100 tidak berarti 100.000 orang mencarinya, itu hanya berarti itulah puncak popularitas untuk istilah tersebut dalam waktu dan tempat yang dipilih.
Hal ini penting karena:
- Produk niche seperti "pilates reformer" mungkin tidak pernah mencapai angka mentah yang sama dengan "yoga mat," namun pertumbuhan relatifnya tetap bisa menandakan tren yang menguntungkan dalam niche dengan pengeluaran tinggi.
- Untuk memahami permintaan absolut, Anda perlu menggabungkan data Google Trends dengan alat seperti Shopify Analytics, volume pencarian marketplace (Amazon, Tokopedia), atau platform iklan.
Kesalahan umum yang perlu dihindari saat menggunakan Google Trends untuk menemukan produk
Google Trends mungkin salah satu alat yang paling mudah digunakan, tetapi juga salah satu yang paling mudah disalahartikan. Berikut tiga jebakan yang perlu diwaspadai:
- Rentang waktu pelaporan yang terlalu sempit. Melihat hanya 30 atau 90 hari terakhir dapat mengaburkan perspektif Anda. Sebuah produk mungkin tampak "sedang naik daun," padahal sebenarnya hanya mengalami volatilitas musiman. Perluas ke setidaknya 12 bulan, dan idealnya tiga hingga lima tahun, untuk memahami apakah Anda sedang melihat tren sesaat atau tren yang berkelanjutan.
- Mengabaikan konteks dan fluktuasi regional. Pencarian untuk "humidifier" mungkin melonjak di wilayah beriklim dingin saat musim kemarau, namun tetap datar di daerah tropis. Jika Anda tidak memfilter berdasarkan lokasi, Anda berisiko membuat keputusan berdasarkan permintaan yang tidak ada di pasar target Anda.
- Berfokus pada tren jangka pendek. Microtrend TikTok (seperti makeup "strawberry girl") dapat meningkatkan pencarian secara dramatis, namun itu tidak menjamin daya tahan. Seimbangkan peluang jangka pendek dengan sinyal permintaan jangka panjang.
Baca: Produk Trending TikTok Terbaik untuk Dijual
Mengintegrasikan Google Trends ke dalam strategi produk Anda secara keseluruhan
Google Trends bekerja paling optimal ketika Anda menyisipkannya ke dalam perencanaan bisnis rutin Anda. Berikut cara memanfaatkan datanya:
- Pemasaran. Gunakan puncak pencarian untuk menentukan waktu kampanye Anda. Misalnya, pencarian "yoga mat" meningkat setiap bulan Januari. Itu adalah isyarat Anda untuk meluncurkan promosi, kampanye influencer, atau penawaran bundel tepat setelah resolusi tahun baru.
- Inventaris. Jadikan data multitahun membentuk level stok Anda. Jika permintaan "botol minum pakai ulang" telah berkembang secara stabil selama lima tahun, itu adalah kategori yang aman untuk dijadikan andalan rangkaian produk andalan Anda.
- Penetapan harga dan positioning. Istilah yang sedang naik atau breakout menandakan kapan minat sedang memanas. Itu adalah kesempatan untuk meningkatkan margin, memperkenalkan opsi premium, atau membundel produk terkait sebelum pasar menjadi terlalu ramai.
- Perencanaan jangka panjang. Pantau bagaimana kategori bergeser dari waktu ke waktu. Jika "peralatan olahraga di rumah" mulai stagnan sementara pencarian "pilates reformer" terus naik, Anda sudah mendapat sinyal awal ke mana harus berekspansi selanjutnya.
FAQ produk Google Trends
Bagaimana cara mencari produk di Google Trends?
Kunjungi halaman utama Google Trends dan ketik kata kunci atau frasa yang ingin Anda analisis. Anda akan melihat grafik yang menampilkan tren pencarian untuk istilah tersebut, beserta data lokal dan related queries yang akan membantu Anda memahami langkah selanjutnya. Ini adalah titik awal yang bagus untuk riset produk, terutama bagi bisnis ecommerce yang belum memiliki data POS.
Bagaimana cara melihat seberapa populer suatu produk di Google Trends?
Ketik nama produk ke Google Trends, atur wilayah dan rentang waktu Anda, lalu perhatikan grafik minat pencarian. Skor (0 hingga 100) menunjukkan popularitas relatif dari waktu ke waktu, bukan angka mentah.
Apa niche yang paling banyak dicari di Google?
Pencarian Google yang paling umum mencakup platform utilitas dan hiburan seperti YouTube, Amazon, Gmail, dan ChatGPT. Vogue Business juga mengonfirmasi bahwa pergeseran menuju gaya hidup sehat tetap dominan menjelang tahun 2025, dengan produk berfokus kesehatan dan kemewahan minimalis menjadi pusat perhatian.
Apakah Google Trends bisa membantu SEO?
Ya. Rising queries mengungkap bahasa yang tepat digunakan orang, yang bisa Anda masukkan ke dalam deskripsi produk, posting blog, dan teks iklan. Ini adalah alat penemuan kata kunci gratis yang tersembunyi di depan mata.
Bagaimana cara menggunakan Google Trends untuk bisnis saya?
- Validasi permintaan sebelum menambahkan produk baru.
- Tentukan waktu promosi berdasarkan lonjakan musiman.
- Lokalisasi kampanye dengan data regional.
- Temukan istilah yang sedang naik untuk SEO dan konten.
Bagaimana cara menemukan produk yang paling banyak dicari?
Masukkan kategori produk ke Google Trends dan alihkan ke filter Shopping. Dengan begitu, Anda tidak perlu membuang waktu pada pencarian yang sekadar penasaran dan bisa langsung melihat istilah dengan niat pembelian tertinggi.


