Kelahiran ecommerce dapat ditelusuri dari penjualan sebuah album compact disc Ten Summoner's Tales milik Sting pada 11 Agustus 1994. Transaksi aman ini menandai penjualan online pertama di dunia dan pergeseran besar dalam kebiasaan belanja global.
Kini, ecommerce didukung oleh sistem teknologi dan platform yang mencakup seluruh dunia, mulai dari pembuat situs web berbasis AI hingga payment gateway dan media sosial. Dengan penjualan ecommerce yang diproyeksikan melampaui $6 triliun pada 2026, konsep membeli dan menjual produk secara online telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Berikut ini, jelajahi seluk-beluk ecommerce: cara kerjanya, model ecommerce utama, serta keuntungan berjualan online dibandingkan dengan berjualan secara langsung.
Selain itu, pelajari cara membuat situs web ecommerce dan meluncurkan ide besar Anda.
Apa itu ecommerce?
Ecommerce adalah kegiatan jual beli barang dan jasa yang dilakukan oleh individu maupun perusahaan melalui internet. Aktivitas ini dapat berlangsung melalui situs web, aplikasi telepon pintar, platform media sosial, marketplace online, atau platform penjualan lainnya.
Contoh umum ecommerce meliputi belanja online, pembayaran elektronik, lelang online, dan perbankan internet. Anda dapat berpartisipasi dalam ecommerce di mana saja selama terhubung ke internet. Bagi penjual, tujuan ecommerce adalah mendorong penjualan melalui platform digital dan strategi pemasaran.
Ecommerce juga dikenal sebagai e-commerce atau perdagangan elektronik dan sering digunakan untuk merujuk pada berbagai tugas yang terlibat dalam penjualan online, mulai dari menjalankan iklan digital hingga mentransfer data pembayaran melalui jaringan.
Kapan ecommerce dimulai?
Transaksi ecommerce pertama masih menjadi perdebatan, dengan beberapa teknologi ecommerce yang sudah dikembangkan sejak awal tahun 1970-an.
Transaksi online legal pertama terjadi melalui album Sting yang disebutkan di atas, ketika seorang teman menjual CD tersebut kepada temannya melalui internet, memfasilitasi transaksi antara dua orang yang terpisah sejauh sekitar 480 kilometer. Dari sana, ecommerce berkembang pesat, dengan Amazon dan eBay diluncurkan setahun kemudian, disusul PayPal pada 1998.
Sejak saat itu, teknologi bergerak cepat untuk memenuhi kebutuhan para pembeli. Platform ecommerce seperti Shopify mendemokratisasi industri ini, memungkinkan bisnis menjual langsung ke konsumen di seluruh dunia.
Commerce sosial, dompet digital, dan AI melengkapi alat dan platform ecommerce masa kini.
Bagaimana cara kerja ecommerce?

Ecommerce bekerja melalui serangkaian platform, alat, dan proses:
- Platform ecommerce: Penjual mendaftarkan produk di platform penjualan online seperti situs web, marketplace, atau toko di media sosial agar pelanggan dapat menelusuri dan melakukan pemesanan.
- Pemroses pembayaran: Pelanggan membayar menggunakan metode seperti kartu kredit atau dompet digital saat pembayaran. Transaksi diamankan oleh payment gateway online.
- Penyelesaian dan pengiriman: Penjual menyiapkan, mengemas, dan mengirimkan produk kepada pelanggan. Mereka dapat memenuhi pesanan sendiri atau bermitra dengan layanan penyelesaian yang mengelola pengiriman. Untuk produk digital seperti ebook atau kursus online, produk diberikan melalui portal atau tautan unduhan.
- Layanan pendukung: Berbagai layanan dan industri mendukung ecommerce, termasuk supplier produk, platform periklanan, dan aplikasi ecommerce yang membantu penjual meningkatkan pengalaman berbelanja.
Di mana ecommerce berlangsung?

Ecommerce berlangsung di berbagai ruang digital, masing-masing menawarkan keunggulan bagi penjual maupun pembeli. Berikut adalah saluran utama tempat ecommerce terjadi:
Situs web ecommerce
Situs web ecommerce adalah toko online yang dibuat oleh merek atau individu untuk menjual produk dan layanan langsung kepada konsumen. Platform ecommerce seperti Shopify menyediakan alat untuk membangun dan mengelola situs web ecommerce, mulai dari mendesain tampilan toko hingga memproses pembayaran.
Karakteristik utama:
- Kendali penuh bagi penjual: Penjual memiliki kendali atas desain situs web, pengalaman pelanggan, dan data situs. Hal ini memudahkan proses membangun merek dan menciptakan pengalaman belanja yang sesuai dengan target pasar.
- Kebutuhan pemasaran: Situs web ecommerce tidak hadir dengan pelanggan pelanggan potensial yang sudah ada. Penjual perlu mendatangkan pengunjung ke toko mereka melalui SEO, media sosial, dan berbagai strategi pemasaran lainnya.
Marketplace online
Amazon, eBay, dan Etsy adalah contoh marketplace online tempat banyak penjual dapat mendaftarkan produk mereka. Platform-platform ini dikunjungi oleh jutaan pembeli, memberikan visibilitas tinggi bagi para pelaku bisnis. Di Indonesia, Tokopedia, Shopee, dan Lazada memainkan peran serupa.
Karakteristik utama:
- Trafik bawaan: Marketplace menarik pelanggan yang besar, memberikan penjual akses ke aliran konsumen yang stabil, biasanya dengan imbalan biaya tertentu.
- Kemudahan akses: Marketplace menangani banyak aspek teknis ecommerce, seperti desain situs web, hosting, pemrosesan pembayaran, dan terkadang pengiriman, sehingga menyederhanakan urusan penjual.
- Keterbatasan branding: Berjualan di marketplace berarti melepaskan sebagian kendali atas cara merek Anda tampil di hadapan konsumen. Selain itu, data pelanggan dan penjualan mungkin tidak dibagikan kepada penjual.
Saluran penjualan media sosial
Platform media sosial seperti Facebook, Instagram, dan YouTube memiliki fitur yang memungkinkan penjualan langsung melalui postingan, iklan, dan toko di media sosial. Platform penjualan melalui media sosial mengintegrasikan ecommerce ke dalam pengalaman berselancar di media sosial.
Karakteristik utama:
- Keterlibatan pelanggan: Platform media sosial memiliki pelanggan besar yang tersegmentasi berdasarkan data mendalam, sehingga menekan biaya untuk menjangkau pelanggan yang relevan.
- Integrasi yang mulus: Penjualan dapat diintegrasikan ke dalam pengelolaan media sosial, menjadikannya perpanjangan alami dari strategi pemasaran media sosial.
- Ketergantungan pada algoritma: Penjualan melalui media sosial sering kali ditentukan oleh kehadiran media sosial penjual, dengan aturan platform dan algoritma yang menentukan jangkauan dan keberhasilan mereka.
Banyak penjual online menggunakan beberapa saluran penjualan sekaligus untuk menjangkau lebih banyak pelanggan.
Metode pembayaran ecommerce
Konsumen dapat melakukan pembelian online dengan berbagai cara. Metode pembayaran untuk toko ecommerce meliputi:
- Menerima kartu kredit dan kartu debit melalui pemroses pembayaran seperti Shopify Payments.
- Platform pembayaran pihak ketiga, seperti PayPal.
- Dompet digital seperti Apple Pay, Google Pay, dan Shop Pay.
- Layanan beli sekarang, bayar nanti (BNPL).
- Tagihan berulang untuk produk dan layanan berbasis langganan.
- Bayar di toko setelah memesan secara online dengan sistem point-of-sale seperti Shopify POS.
Penjual ecommerce secara rutin memberikan berbagai pilihan pembayaran kepada konsumen dengan mengintegrasikan beberapa metode pembayaran ini ke dalam situs web atau saluran penjualan mereka.
Jenis bisnis ecommerce

Jenis bisnis ecommerce menggambarkan hubungan antara pembeli dan penjual. Model bisnis online yang paling umum meliputi:
Langsung ke pelanggan (DTC)
Model langsung ke pelanggan adalah ketika bisnis menjual barang atau jasa langsung kepada pelanggan, tanpa melalui pengecer atau distributor.
Banyak bisnis ecommerce DTC menangani segalanya, mulai dari pembuatan produk hingga pengirimannya ke depan pintu Anda. Misalnya, merek alas kaki online mungkin merancang, menjual, dan mengirimkan sepatu sneaker langsung kepada pelanggan.
Ecommerce telah memudahkan dan menghemat biaya bagi penjual untuk terhubung langsung dengan pembeli. Banyak penjual DTC adalah bisnis yang lahir secara digital dan beroperasi sepenuhnya secara online (kadang disebut sebagai merek vertikal asli digital atau DNVB).
Bisnis ke bisnis (B2B)
Model bisnis ke bisnis melibatkan satu bisnis yang menjual barang atau jasa kepada bisnis lain. Misalnya, perusahaan perangkat lunak mungkin menjual lisensi teknologi kepada usaha kecil, atau merek linen tempat tidur dapat memasok seprai ke hotel.
Ecommerce memungkinkan bisnis untuk memikirkan ulang model B2B, dengan mengadopsi strategi yang biasanya digunakan dalam D2C, bahkan menggabungkan penjualan B2B dan D2C dalam satu toko online. Faktanya, menurut survei merchant Shopify tahun 2025, hampir satu dari lima bisnis sekarang menjual kepada konsumen dan bisnis lain di platform yang sama.
Sebagai contoh, perusahaan pencahayaan Hollis + Morris menawarkan kepada pelanggan bisnisnya sebuah situs web bergaya konsumen dengan harga yang transparan, sehingga produk-produknya dapat diakses oleh semua kalangan.
Pelanggan ke pelanggan (C2C)
Model pelanggan ke pelanggan adalah ketika seorang individu menjual barang atau jasa langsung kepada individu lain. Misalnya, seseorang mungkin menjual sofa bekas kepada orang lain melalui marketplace atau situs jual beli online.
Model ini berkembang pesat di platform ecommerce yang memungkinkan transaksi antarpengguna, seperti Facebook Marketplace, eBay, dan Etsy. Orang-orang yang secara rutin mencari dan menjual produk secara online dapat menjadi reseller dan beralih ke model bisnis ke konsumen.
Model pendapatan ecommerce
Bisnis ecommerce dapat menghasilkan uang melalui berbagai cara. Berikut adalah lima model pendapatan yang umum digunakan:
- Penjualan: Model ini melibatkan penjualan produk atau jasa untuk mendapatkan keuntungan. Ini adalah metode yang paling banyak digunakan oleh merek online.
- Langganan: Bisnis berbasis langganan menawarkan produk atau jasa secara berkala, menciptakan aliran pendapatan yang stabil bagi bisnis D2C maupun B2B.
- Periklanan: Sering terlihat pada kreator konten dan influencer, model ini melibatkan penghasilan uang melalui kesepakatan promosi.
- Afiliasi: Pemasar afiliasi mendapatkan komisi dengan memberikan prospek bagi perusahaan lain. Individu dan bisnis dapat menghasilkan melalui model ini dengan bergabung dalam program afiliasi.
- Biaya transaksi: Beberapa perusahaan ecommerce menghasilkan pendapatan dengan mengenakan biaya untuk layanan keuangan seperti pemrosesan pembayaran.
Cara memulai situs web ecommerce

Jika telah memutuskan untuk memulai bisnis online, mulailah dengan memilih platform ecommerce yang tepat untuk mewujudkan ide Anda. Ikuti langkah-langkah dasar berikut untuk meluncurkan usaha ecommerce:
- Temukan ide: Jelajahi peluang produk, pelanggan yang belum terjangkau, atau celah pasar untuk menemukan niche Anda.
- Lakukan riset pasar: Pelajari kompetitor Anda dengan melakukan riset pasar.
- Tulis rencana bisnis: Ini sangat penting jika mencari pendanaan. Susun rencana bisnis yang komprehensif.
- Kembangkan merek: Pilih logo dan nama bisnis untuk membangun identitas merek Anda.
- Buat toko online: Siapkan toko Anda, sesuaikan tampilan situs, dan tambahkan daftar produk Anda.
- Pilih strategi pengiriman: Tentukan cara Anda akan mengirimkan produk kepada pelanggan.
- Kembangkan rencana pemasaran: Tetapkan target penjualan dan tujuan pemasaran, lalu pilih saluran iklan Anda.
Keuntungan ecommerce

Menjalankan bisnis ecommerce memungkinkan Anda meluncurkan usaha dengan cepat dan menjangkau kumpulan pelanggan potensial secara global yang mencari cara mudah untuk membeli produk dan berinteraksi dengan merek.
Berikut empat keuntungan ecommerce:
Belanja yang praktis
Ecommerce memungkinkan pelanggan berbelanja dari mana saja, di perangkat apa pun, kapan saja, tanpa perlu mengunjungi toko secara langsung. Pelanggan dapat menemukan merek serta membandingkan produk, fitur, dan harga dari rumah.
Jangkauan dan akses yang lebih luas
Bisnis ecommerce dapat menjangkau pelanggan yang lebih luas dibandingkan dengan toko fisik saja, dengan menjual kepada pelanggan global tanpa memerlukan kehadiran fisik di luar negeri. Perusahaan penyelesaian membantu memindahkan pesanan online ke seluruh penjuru dunia.
Personalisasi dan data
Meskipun sulit untuk mereplikasi pengalaman belanja tatap muka, toko online mengumpulkan banyak data pelanggan yang dapat digunakan untuk personalisasi pemasaran. Ini dapat mencakup rekomendasi produk yang dipersonalisasi, kampanye pemasaran yang ditargetkan, dan program loyalitas.
Pengalaman belanja yang dipersonalisasi dapat membantu bisnis membangun hubungan yang lebih kuat dengan pelanggan mereka.
Biaya awal dan operasional yang lebih rendah
Bisnis ecommerce sering kali memiliki biaya overhead yang lebih rendah dibandingkan dengan toko fisik tradisional. Model bisnis ecommerce tertentu seperti dropshipping atau cetak sesuai permintaan tidak memerlukan inventaris dan dapat dijalankan dengan biaya yang terjangkau.
Tantangan ecommerce

Meskipun menjalankan bisnis online memiliki banyak keuntungan, ada pula tantangan yang menyertainya. Jika berencana memulai bisnis ecommerce, persiapkan diri untuk menghadapi empat potensi hambatan berikut:
Keamanan data
Konsumen perlu merasa yakin bahwa informasi pribadi dan keuangan mereka terlindungi saat berbelanja online. Investasikan pada payment gateway yang aman dan sertifikat SSL untuk melindungi data pelanggan. Semua paket Shopify sudah menyertakan fitur keamanan ini.
Persaingan yang ketat
Ecommerce adalah ruang yang sangat kompetitif, dengan banyak bisnis yang bersaing untuk mendapatkan pelanggan yang sama. Bisnis online perlu membedakan diri dari pesaing dengan menawarkan produk unik, harga yang kompetitif, dan pengalaman pelanggan yang luar biasa.
Tantangan pengiriman
Pengiriman berdampak langsung pada kepuasan pelanggan. Gunakan layanan pengiriman yang andal untuk memastikan produk sampai tepat waktu dan dalam kondisi baik, serta meminimalkan pesanan yang hilang.
Permintaan layanan pelanggan
Layanan pelanggan yang efektif sangat penting. Terapkan kebijakan pengembalian yang jelas dan strategi layanan pelanggan yang kuat untuk menangani setiap masalah secara efisien.
Tren dan statistik ecommerce
Mengikuti tren belanja ecommerce akan membantu bisnis tetap kompetitif dan memenuhi kebutuhan pelanggan yang terus berubah. Berikut tiga tren ecommerce jangka panjang yang perlu diperhatikan:
1. Commerce media sosial terus berkembang
Interaksi sosial semakin memengaruhi perilaku pembelian, menjadikan platform media sosial sangat penting bagi penjualan.
- Penjualan melalui commerce media sosial di AS diproyeksikan melampaui $100 miliar pada 2026.
- Melibatkan pelanggan dalam percakapan yang bermakna di platform sosial dapat membangun kepercayaan dan meningkatkan kemungkinan terjadinya penjualan.
- Platform sosial kini menjadi mesin pencari baru, dengan YouTube, Instagram, dan TikTok sebagai platform utama untuk penemuan produk.
2. Belanja via ponsel semakin populer
Pergeseran menuju perangkat mobile mengubah cara konsumen berbelanja online, menegaskan perlunya pengalaman belanja yang dioptimalkan untuk ponsel.
- Commerce seluler, atau m-commerce, menyumbang 49,3% dari seluruh penjualan online dari Januari hingga Juli 2024.
- 26% konsumen melakukan pembelian melalui ponsel setiap hari dan 39% menggunakan perangkat mobile mereka untuk riset pembelian.
- Pendapatan dari mobile commerce diperkirakan mencapai $2,5 triliun pada 2025.
3. Penjual memanfaatkan AI
Lanskap ecommerce terus berkembang, didorong oleh merek ecommerce inovatif yang menggunakan teknologi baru seperti AI.
- Adopsi massal alat AI diperkirakan akan berlipat ganda pada 2029.
- Merek ecommerce memanfaatkan AI untuk memahami pelanggan mereka dan mengirimkan iklan yang ditargetkan. Fitur AI Shopify membantu penjual mengotomatiskan dukungan pelanggan dan menulis deskripsi produk.
- Agen AI semakin banyak digunakan dan semakin populer.
4. Konsumen menyukai personalisasi
Pengalaman belanja dan komunikasi yang dipersonalisasi berdampak pada retensi dan kepuasan pelanggan.
- Dalam sebuah survei 2025, 26% konsumen menyatakan mereka akan meninggalkan merek yang gagal mempersonalisasi pengalaman mereka.
- 87% bisnis memandang personalisasi sebagai prioritas utama.
Tren ecommerce lainnya yang sedang berkembang
- Realitas tertambah: Pengalaman belanja yang ditingkatkan dengan realitas tertambah (AR) mengubah cara konsumen berinteraksi dengan produk secara online.
- Opsi pembayaran fleksibel: Model beli sekarang, bayar nanti (BNPL) semakin populer di kalangan konsumen, menawarkan pembayaran yang lebih fleksibel.
- Privasi dan keamanan: Ada permintaan yang terus meningkat untuk fitur privasi dan keamanan di platform ecommerce.
- Keberlanjutan: Konsumen semakin tertarik pada merek dengan praktik bisnis yang berkelanjutan, memengaruhi cara perusahaan mendekati produksi dan logistik.
Mulai perjalanan ecommerce Anda hari ini
Industri ecommerce masih memiliki banyak ruang bagi pendatang baru yang ingin membawa ide-ide segar ke pasar global. Penjualan ecommerce ritel terus tumbuh, menjadikan model bisnis ini pilihan ideal bagi para calon pengusaha yang baru memulai.
Jika sudah siap memulai bisnis ecommerce, simpan panduan ini sebagai referensi yang berguna untuk dikunjungi kembali dalam perjalanan Anda menuju peluncuran bisnis impian.
FAQ ecommerce
Apa itu ecommerce?
Ecommerce, singkatan dari commerce elektronik, adalah jual beli barang dan jasa melalui internet. Ini melibatkan transaksi antara dua pihak, biasanya bisnis dan konsumen, di mana pembayaran dan pengiriman produk atau jasa dilakukan secara online.
Ecommerce dapat mengambil berbagai bentuk, seperti belanja online, unduhan digital, langganan online, dan pembelian tiket online. Ecommerce telah merevolusi cara orang berbisnis dan menjadi cara berbelanja yang semakin populer berkat kemudahan dan aksesibilitasnya.
Apa saja 3 jenis ecommerce?
Ada tiga jenis utama bisnis ecommerce:
- Langsung ke pelanggan (DTC) adalah bisnis yang menjual barang langsung kepada konsumen akhir menggunakan ecommerce. Beberapa merek ecommerce DTC juga mengoperasikan toko fisik.
- Bisnis ke bisnis (B2B) adalah perusahaan yang menjual produk atau jasa kepada bisnis lain. Misalnya, firma akuntansi dapat menjual layanan dan konsultasi online kepada usaha kecil.
- Pelanggan ke pelanggan (C2C) mengacu pada individu yang menjual barang satu sama lain, seperti pada contoh marketplace jual beli lokal. Ini juga merupakan metode yang populer bagi merek kreator individu.
Apa contoh ecommerce?
Contoh ecommerce adalah belanja online, di mana konsumen membeli produk atau jasa secara online melalui situs web B2C atau marketplace online. Ecommerce memungkinkan konsumen menelusuri berbagai produk, memilih dan membandingkan harga serta fitur, serta melakukan pembelian dengan aman menggunakan berbagai metode pembayaran. Mobile commerce juga merupakan contoh ecommerce, di mana pelanggan berbelanja online menggunakan ponsel untuk menemukan produk dan membayar secara online.
Ecommerce dapat mengambil berbagai bentuk yang melibatkan hubungan transaksi yang berbeda, antara lain:
- Penjualan ritel online untuk barang fisik atau digital
- Transaksi grosir
- Dropshipping
- Penggalangan dana
- Produk dan layanan berbasis langganan
- Lisensi layanan dan perangkat lunak
- Biaya transaksi
Apa itu situs web ecommerce?
Situs web ecommerce adalah toko online yang memungkinkan bisnis menjual produk atau jasa melalui internet kepada pelanggan. Situs web ecommerce dapat dirancang untuk menjual produk fisik, produk digital, atau layanan. Biasanya mencakup fitur seperti katalog produk, informasi harga, ulasan pelanggan, pelacakan pesanan, akun pelanggan, dan sistem pemrosesan pembayaran.
Mereka yang ingin memulai bisnis ecommerce tidak harus memiliki situs web ecommerce tersendiri. Marketplace online dan platform penjualan media sosial adalah alternatif bagi situs web mandiri. Ini dapat menjadi pilihan ideal bagi pendiri baru yang ingin menarik pelanggan ke bisnis online mereka. Shopify Starter Plan adalah cara yang tepat untuk memasuki dunia ecommerce tanpa harus membangun toko online secara penuh.
Berdasarkan survei 2025 terhadap 500 merchant Shopify yang dilakukan dalam bahasa Inggris di Australia, Kanada, Inggris Raya, Irlandia, Selandia Baru, dan Amerika Serikat. Responden adalah merchant yang sudah berpengalaman selama lebih dari 2 tahun di platform. Hasil mencerminkan pengalaman sampel tertentu ini dan mungkin tidak mewakili semua merchant.


