Anda tidak perlu ide produk yang revolusioner untuk berjualan online. Bahkan, tidak perlu memproduksi barang sendiri untuk memulai bisnis.
Berbagai model bisnis menyerahkan urusan pengembangan dan produksi produk kepada pihak lain, sementara keuntungannya tetap masuk ke kantong Anda. Salah satunya adalah model bisnis reseller yang terus berkembang.
Pasar barang bekas diperkirakan akan mencapai 685 triliun rupiah pada tahun 2029, dengan penjualan pakaian bekas yang meningkat sekitar 10% per tahun. Meski pakaian mendominasi pasar ini, konsumen yang semakin peduli terhadap keberlanjutan kini juga aktif mencari aksesori, furnitur, dan peralatan rumah tangga bekas berkualitas.
Menjadi reseller adalah cara yang tepat untuk memulai bisnis kecil dan mulai berjualan online. Simak panduan berikut untuk mengetahui cara menjadi reseller, lengkap dengan tips dan ide menjalankan toko online reseller yang sukses.
Apa itu reseller?
Reseller adalah pihak yang membeli produk dari pengecer, konsumen, atau sumber lain seperti likuidator, lalu menjualnya kembali. Di Indonesia, reseller umumnya perlu memiliki izin usaha yang relevan sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk Nomor Induk Berusaha (NIB) dan dokumen perpajakan seperti NPWP, yang memungkinkan pengelolaan kewajiban pajak secara resmi. Izin ini mencakup pembelian berbagai jenis barang, antara lain:
- Barang untuk dijual secara grosir
- Barang untuk dijual secara eceran
- Bahan baku atau komponen produksi
Membeli langsung dari produsen atau supplier biasanya menyaratkan jumlah pembelian minimum. Reselling, di sisi lain, jauh lebih fleksibel. Anda bisa mencari barang satuan untuk dijual, tanpa harus membeli stok dalam jumlah besar.
Banyak reseller juga memberikan nilai tambah bagi pelanggan melalui pengalaman belanja yang lebih terkurasi. Misalnya, Resurrection, toko pakaian vintage, mengorganisasi koleksinya berdasarkan dekade, bahan, dan negara asal.
Reseller bisa fokus menjual produk satu per satu kepada pelanggan sekaligus membangun pengalaman pelanggan yang berkarakter. Hal ini bisa sesederhana menyediakan deskripsi produk yang lengkap, ulasan pembeli, program loyalitas, dan layanan pelanggan yang responsif.
Itulah mengapa bisnis reseller sangat cocok bagi mereka yang memiliki keahlian atau pengetahuan mendalam di bidang tertentu. Seseorang yang paham dunia pakaian vintage, misalnya, bisa membangun bisnis reseller khusus kaos konser lawas.
| Keuntungan reselling | Kekurangan reselling |
|---|---|
|
|
|
|
|
|
|
|
Reseller vs. dropshipping
Meski reselling dan dropshipping memiliki beberapa kesamaan, keduanya pada dasarnya adalah model bisnis yang berbeda. Reselling melibatkan pembelian produk (baru maupun bekas) untuk dijual kembali, di mana Anda mengelola barang secara fisik, baik itu stok mati dari pengecer maupun barang vintage dari penjualan estate.
Dropshipping menghilangkan kebutuhan untuk mengelola barang sama sekali: Anda menjual produk yang langsung dikirim oleh supplier ke pelanggan. Dengan dropshipping, Anda bisa menggunakan solusi seperti Shopify Collective untuk menjual produk dari merek Shopify lain atau menggunakan aplikasi dropshipping untuk mengakses supplier dari seluruh dunia.
Berikut perbandingan keduanya:
Pengembangan dan produksi produk
Baik reselling maupun dropshipping tidak mengharuskan mengembangkan atau memproduksi produk sendiri. Anda cukup menjual produk yang sudah ada dari supplier.
Jumlah pesanan
Reseller mungkin menghadapi ketentuan jumlah pembelian minimum saat membeli dari produsen. Namun, hal ini bisa dihindari dengan mencari barang satuan di toko barang bekas. Dropshipping umumnya tidak mensyaratkan jumlah pesanan minimum.
Barang
Pengelolaan stok bisa menjadi tantangan tersendiri dalam reselling, karena barang bisa membutuhkan waktu lama untuk terjual dan toko resale perlu terus memperbarui stok agar tetap menarik bagi pelanggan. Dropshipper tidak menyimpan barang sama sekali.
Pengiriman
Reseller memiliki beberapa pilihan pengiriman. Mereka bisa bekerja sama dengan penyedia logistik pihak ketiga atau mengurus pengiriman sendiri. Dropshipper tidak pernah menyentuh produk secara langsung karena supplier yang menangani seluruh proses pengiriman setelah pesanan masuk.
Cara menjadi reseller
- Temukan niche Anda
- Daftarkan bisnis Anda
- Urus izin reseller
- Buat rencana bisnis
- Bangun situs web Anda
- Pilih metode penyelesaian
1. Temukan niche Anda
Menentukan niche akan membantu Anda mengambil keputusan di berbagai aspek bisnis, mulai dari cara mencari produk hingga kisaran harga yang tepat. Ikuti langkah-langkah berikut untuk memilih niche yang sesuai:
Minat dan keahlian
Memiliki minat atau pengetahuan mendalam di suatu niche bisa menjadi keunggulan kompetitif. Misalnya, jika memahami soal peralatan fotografi, Anda bisa memberikan rekomendasi yang tepat sasaran kepada pelanggan.
Buat daftar minat dan keahlian Anda dan usahakan untuk menghasilkan beberapa ide sekaligus sebagai cadangan.
Riset pasar
Teliti setiap ide untuk melihat apakah ada permintaan yang nyata. Pelajari laporan pasar untuk memahami tingkat permintaan, peluang, dan proyeksi pertumbuhan. Gunakan Google Trends untuk mengukur tren minat dari waktu ke waktu dan mengetahui apakah produk tersebut bersifat musiman (seperti pakaian renang). Mengamati kompetitor juga bisa membantu menemukan celah di pasar yang bisa dimanfaatkan.
Validasi niche Anda
Setelah memilih ide, Anda perlu memvalidasinya. Mulailah dengan mewawancarai calon pelanggan atau membuat akun media sosial di niche tersebut untuk menguji apakah dapat menjangkau target pelanggan.
2. Daftarkan bisnis Anda
Mulailah dengan menentukan struktur bisnis yang sesuai, misalnya apakah Anda akan mendirikan usaha perseorangan, CV, atau PT. Pelajari kelebihan dan kekurangan masing-masing bentuk usaha. Pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan konsultan hukum atau notaris yang dapat membantu memilih struktur yang paling tepat.
Selanjutnya, pelajari peraturan yang berlaku di daerah Anda untuk mengetahui apakah memerlukan izin usaha tertentu. Di Indonesia, Anda bisa mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui sistem OSS (Online Single Submission) sebagai langkah awal legalitas usaha.
Setelah mengetahui persyaratan yang diperlukan, siapkan seluruh dokumen yang dibutuhkan untuk mendaftarkan bisnis reseller.
3. Urus izin reseller
Di Indonesia, reseller perlu memastikan kepatuhan terhadap ketentuan perpajakan yang berlaku, termasuk kewajiban memungut dan menyetorkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) jika omzet telah melampaui batas yang ditetapkan. Pastikan Anda memahami aturan pajak yang relevan sebelum mulai beroperasi, baik untuk penjualan langsung maupun online.
Daftarkan bisnis dan urus izin yang diperlukan sesuai dengan wilayah operasional. Biaya administrasi mungkin berlaku bergantung pada jenis izin yang diajukan.
Ketentuan pajak penjualan berbeda-beda di setiap negara dan wilayah. Di Indonesia, tarif PPN standar berlaku untuk sebagian besar transaksi barang dan jasa. Konsultasikan dengan konsultan pajak atau kantor pajak setempat untuk memastikan kepatuhan bisnis.
Sebagai reseller yang terdaftar, Anda bertanggung jawab untuk memungut pajak dari pelanggan dan menyetorkannya kepada otoritas pajak sesuai ketentuan yang berlaku.
Pastikan izin usaha mencakup seluruh wilayah operasional bisnis, termasuk lokasi toko online, gudang, atau titik pengiriman yang digunakan.
4. Buat rencana bisnis
Rencana bisnis berfungsi sebagai panduan dalam menjalankan usaha. Dokumen ini mencakup elemen-elemen berikut:
- Deskripsi perusahaan. Uraikan model bisnis, visi jangka panjang, tujuan, struktur, misi, dan proposisi nilai bisnis.
- Riset pasar. Sajikan analisis mengenai kekuatan, peluang, ukuran, dan persaingan di pasar yang dipilih.
- Produk dan layanan. Jelaskan penawaran bisnis, termasuk strategi penetapan harga produk.
- Rencana keuangan. Rencana keuangan mencakup sumber pendanaan yang mungkin, proyeksi pendapatan, dan estimasi biaya operasional.
5. Bangun situs web Anda
Situs web yang dirancang dengan baik akan menghadirkan pengalaman pelanggan yang positif. Salah satu cara termudah untuk membangun situs web bisnis reseller adalah dengan menggunakan pembangun situs web tanpa kode seperti Shopify. Anda juga bisa menghubungkan situs web Shopify dengan berbagai aplikasi untuk meningkatkan fungsionalitasnya. Perhatikan elemen-elemen berikut saat membangun situs web:
- Kecepatan memuat. Apakah situs memuat dengan cepat di semua perangkat?
- Navigasi situs web. Apakah menu navigasi mudah digunakan?
- Aksesibilitas. Apakah toko memenuhi standar aksesibilitas situs web terkini?
- Pemetaan perjalanan pengguna. Apakah setiap tautan atau tombol mengarahkan pengguna ke halaman yang tepat?
- Desain responsif. Apakah situs web berfungsi dengan baik di semua perangkat, termasuk ponsel dan tablet?
- Menulis konten. Apakah teks di situs menyampaikan informasi secara efektif dan mencerminkan identitas merek Anda?
6. Pilih metode penyelesaian
Proses penjemputan, pengemasan, dan pengiriman pesanan online adalah kunci keberhasilan bisnis. Ini mencakup pengelolaan barang dan logistik pengiriman. Anda bisa memilih untuk mengelola penyelesaian sendiri. Platform ecommerce seperti Shopify dilengkapi dengan fitur bawaan yang memudahkan proses pengiriman, mulai dari pelacakan pesanan hingga penanganan retur dan penukaran barang.
Pilihan penyelesaian lainnya adalah menggunakan layanan pihak ketiga, sehingga tidak perlu menyimpan, mengemas, dan mengirim produk sendiri. Biasanya, pesanan langsung diteruskan ke mitra penyelesaian yang menangani semuanya. Gunakan aplikasi Shopify Fulfillment Network untuk terhubung dengan mitra penyelesaian terpercaya.
Cara menemukan supplier untuk bisnis reseller
Untuk menemukan supplier bagi bisnis reseller, mulailah dengan mengidentifikasi jenis produk yang ingin dijual dan segmen pelanggan yang ingin disasar.
Sebagian reseller bekerja sama dengan supplier dan produsen besar, sementara yang lain, seperti pedagang barang antik atau kolektor vintage, lebih banyak bertransaksi langsung dengan individu.
Untuk mencari supplier bisnis reseller, Anda bisa menelusuri direktori online, melakukan pencarian di Google, atau meminta referensi dari jaringan. Penjual ecommerce juga bisa mengintegrasikan aplikasi sumber produk ke toko online mereka.
Jika tertarik menggabungkan reselling dengan dropshipping, Shopify Collective memungkinkan Anda menjual produk dari merek Shopify lain tanpa perlu menyimpan barang. Anda juga bisa menjelajahi aplikasi dropshipping yang menghubungkan dengan supplier di berbagai kategori, mulai dari elektronik, mainan, hingga kosmetik.
Dengan menggunakan aplikasi sumber produk, Anda bisa mengakses beragam produk dari berbagai kategori sekaligus menguji permintaan pasar sebelum berkomitmen membeli barang untuk bisnis reseller.
4 ide bisnis reseller
Reselling membuka pintu menuju berbagai peluang bisnis karena tidak perlu berinvestasi dalam pengembangan dan produksi produk. Karakteristik ini juga menjadikan reselling pilihan yang menarik sebagai bisnis rumahan atau usaha sampingan yang berpotensi berkembang menjadi pekerjaan penuh waktu.
Berikut empat ide untuk memulai bisnis reseller:
1. Bisnis sneaker
Sepatu menawarkan berbagai niche bagi reseller, mulai dari sepatu olahraga, sepatu hak tinggi yang bergaya, hingga sneaker kekinian. Kebutuhan akan alas kaki tidak pernah surut, dan Anda bisa menjaga kesegaran koleksi dengan menghadirkan desain musiman. Peluang untuk meraup keuntungan dari bisnis resell sepatu sangat terbuka lebar.
Packer Shoes yang berbasis di New Jersey memulai perjalanannya sebagai toko sepatu kostum kecil di lingkungan setempat. Berdiri sejak 1907, perusahaan ini telah berkembang pesat berkat pendekatan omnichannel yang mereka terapkan. Kini, selain menjual kembali sneaker dari merek ternama seperti Adidas, Packer Shoes juga menghadirkan desain eksklusif milik mereka sendiri.
2. Butik vintage
Industri barang bekas adalah pasar yang besar dan terus berkembang secara global. Di AS saja, terdapat lebih dari 20.000 toko yang menjual barang bekas dengan pendapatan tahunan gabungan sebesar $15 miliar. Membuka butik vintage adalah cara yang tepat untuk memanfaatkan peluang bisnis reseller ini.
Saat mencari barang vintage untuk bisnis reseller, Anda dapat menggunakan definisi tradisional, yaitu barang berusia lebih dari 20 tahun namun kurang dari 100 tahun, atau mengambil inspirasi dari tren vintage terkini. Toko pakaian online COAL N TERRY' menghadirkan koleksi vintage berupa kaos, jaket, dan sweater yang dipadukan dengan gaya kontemporer.
Anda dapat menjual kembali pakaian vintage, furnitur antik, atau berbagai pernak-pernik yang ditemukan di garasi penjualan, pasar loak, toko barang bekas, atau pusat donasi. Kunci sukses bisnis reseller vintage adalah memahami barang apa yang paling dicari orang dan berapa harga yang mereka rela bayar. Misalnya, peralatan masak vintage merek tertentu memiliki permintaan tinggi di pasar niche yang spesifik.
3. Konsinyasi
Jika bisnis online yang menjual barang vintage terdengar menarik, pertimbangkan untuk membawanya selangkah lebih jauh dengan membuka toko konsinyasi. Toko konsinyasi menjual barang bekas berkelas atau mewah, dan tidak semuanya harus antik atau vintage karena sebagian barang bisa saja relatif baru.
Love that Bag etc. menjalankan toko konsinyasi online yang menjual tas desainer bekas berkualitas tinggi. Di TikTok, mereka berbagi proses autentikasi produk mereka:
Jika berencana menjual barang mewah, pikirkan matang-matang bagaimana cara mengautentikasi setiap produk.
4. Kotak berlangganan
Merek seperti ButcherBox mempopulerkan konsep kotak berlangganan, yang tetap menjadi pilihan menarik bagi reseller yang ingin membangun aliran pendapatan yang lebih stabil dan dapat diprediksi. Anda bisa mengkurasi berbagai produk dan mengemasnya dalam satu kotak.
Untuk memulai bisnis berlangganan, tentukan dulu target pasar, lalu cari produk yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan mereka. Anda bisa menyusun produk-produk tersebut dalam kotak bertema dan meluncurkannya setiap minggu, bulan, kuartal, atau sesuai jadwal yang paling cocok dengan model bisnis yang akan dijalankan.
Tips sukses sebagai reseller online
- Perhatikan margin keuntungan Anda
- Minta sampel produk
- Tampilkan foto berkualitas tinggi
- Bangun kepercayaan melalui transparansi
- Kuasai perputaran barang
- Manfaatkan social proof
Perhatikan margin keuntungan Anda
Menetapkan harga produk resale bisa menjadi tantangan tersendiri, terutama untuk barang langka atau satu-satunya. Menggunakan alat seperti kalkulator margin keuntungan Shopify dapat membantu menentukan harga yang tepat. Kalkulator ini memperhitungkan harga beli barang, markup yang diinginkan, serta biaya lain seperti pengiriman dan akuisisi pelanggan, sehingga Anda dapat menentukan angka yang menguntungkan.
Minta sampel produk
Jika bekerja sama dengan supplier grosir, mintalah sampel untuk memastikan kondisi dan kualitas barang sesuai standar. Meskipun tidak memproduksi barang sendiri, Anda tetap bertanggung jawab atas kualitasnya dan penanganan retur.
Tampilkan foto berkualitas tinggi
Foto produk penting bagi toko online mana pun, namun lebih krusial lagi bagi reseller yang menjual pakaian bekas atau vintage. Foto produk beserta deskripsinya harus merepresentasikan kondisi barang secara akurat. Pastikan pelanggan memahami setiap kekurangan produk sebelum mereka memutuskan untuk membeli.
Bangun kepercayaan melalui transparansi
Saat menjual barang bekas atau vintage, transparansi adalah fondasi loyalitas pelanggan. Deskripsikan dengan jelas setiap tanda pemakaian, cacat, atau karakteristik unik dalam daftar produk. Pertimbangkan untuk membuat sistem penilaian kondisi barang dan terapkan secara konsisten pada seluruh barang.
Pahami perputaran barang
Reseller yang sukses memahami bahwa barang yang menumpuk berarti biaya yang terus berjalan. Pantau berapa lama setiap barang terjual dan sesuaikan strategi sumber Anda. Pertimbangkan untuk memberikan diskon pada barang yang belum terjual dalam jangka waktu tertentu agar barang tetap segar dan arus kas tetap sehat.
Manfaatkan pengaruh sosial
Dorong pelanggan untuk memberikan ulasan dan tampilkan secara menonjol di situs web. Untuk barang bernilai tinggi, pertimbangkan untuk menyertakan sertifikat keaslian atau informasi asal-usul produk yang terperinci. Bagikan testimoni pelanggan dan video buka paket di media sosial untuk membangun kredibilitas bisnis.
FAQ cara menjadi reseller
Apakah menjadi reseller menguntungkan?
Bisnis reseller bisa sangat menguntungkan jika memahami target pelanggan dan produk yang dijual. Tergantung pada niche yang dipilih, Anda bisa membeli barang bekas dan menjualnya kembali dengan markup yang signifikan.
Dari mana reseller mendapatkan produk mereka?
Reseller mendapatkan stok dari berbagai sumber, termasuk grosir, likuidator, toko barang bekas, hingga penjualan barang pribadi dari individu.
Berapa modal yang dibutuhkan untuk memulai bisnis reseller?
Memulai bisnis reseller bisa dilakukan dengan modal yang relatif terjangkau. Yang dibutuhkan hanyalah sumber barang bekas atau diskon dan toko online untuk menjualnya kepada pelanggan yang menunggu.
Apakah bisnis reseller legal?
Selama mematuhi peraturan perpajakan yang berlaku dan mengurus izin usaha yang diperlukan, bisnis reseller adalah kegiatan yang sepenuhnya legal. Setelah membeli suatu barang, Anda berhak menjualnya kembali kepada siapa pun dan di mana pun sesuai ketentuan yang berlaku.


