Penerbitan tradisional hanya menerima 1% hingga 2% dari naskah yang dikirimkan kepada mereka, sehingga meninggalkan banyak penulis berbakat tanpa kesempatan.
Itulah mengapa banyak penulis kini mengajukan pertanyaan berbeda: Bagaimana cara menerbitkan buku sendiri? Saat ini, penerbitan mandiri memungkinkan Anda mempertahankan hak cipta, mengontrol visi kreatif, dan menghasilkan lebih banyak uang per buku.
Kami pun berbincang dengan Julie Broad, penulis Self-Publish & Succeed dan pendiri layanan penerbitan mandiri Book Launchers, tentang manfaat penerbitan mandiri dan cara memulainya.
Apa itu penerbitan mandiri?
Self-publishing atau penerbitan mandiri berarti Anda yang memegang kendali penuh atas seluruh proses, mulai dari menulis, mengedit, mendesain, menerbitkan, hingga menjual buku, tanpa menyerahkannya kepada penerbit tradisional.
Dalam penerbitan tradisional, Anda harus mengajukan naskah kepada agen atau penerbit. Jika diterima, mereka akan menangani distribusi, desain sampul, dan pemasaran. Sebagai gantinya, Anda perlu melepas sebagian kendali kreatif serta porsi royalti (biasanya sekitar 85% hingga 90%).
Jika memilih proses penerbitan mandiri, Anda bertanggung jawab atas setiap tahap, mulai dari merekrut editor, menentukan desain sampul, hingga memutuskan di mana dan bagaimana buku akan dijual.
Akan tetapi, Anda juga akan mendapatkan lebih banyak keuntungan, proses yang lebih cepat, dan kebebasan kreatif. Konsekuensinya? Seluruh tanggung jawab (termasuk biaya di awal) berada di tangan Anda.
Mengapa menerbitkan buku sendiri?
Mempertahankan hak kekayaan intelektual
"Dengan penerbitan tradisional, penulis menjual hak kekayaan intelektual mereka kepada penerbit," kata Julie. Beberapa penulis merasa nyaman dengan skema ini, tetapi ini bisa menjadi suatu masalah bagi yang lain, terutama penulis nonfiksi.
"Jika Anda seorang pemilik bisnis yang menghabiskan 20 tahun mengembangkan metodologi, Anda tidak ingin penerbit memiliki metodologi tersebut," kata Julie. Hal yang sama berlaku untuk penulis dengan cerita pribadi. "Mereka tidak ingin didikte bagaimana cerita mereka harus disajikan." Bagi penulis-penulis ini, mempertahankan hak kekayaan intelektual adalah manfaat utama dari penerbitan mandiri.
Menghasilkan lebih banyak uang dari setiap buku yang terjual
Dalam penerbitan tradisional, hasil penjualan masuk ke perusahaan penerbitan, lalu penulis menerima royalti. Namun, biaya royalti ini bisa sangat kecil. "Anda beruntung jika mendapat satu dolar per buku cetak yang terjual," kata Julie.
Dengan penerbitan mandiri, Anda memang perlu membayar biaya distributor. Namun, tanpa potongan besar dari penerbit, Anda bisa memperoleh keuntungan lebih besar dari setiap buku, sekitar Rp75.000 hingga Rp90.000 per buku cetak yang terjual, menurut Julie.
Mengendalikan bisnis dan keputusan kreatif Anda
Sebagai penulis yang menerbitkan sendiri, Anda yang memutuskan apa yang akan dilakukan dengan buku Anda. "Anda bisa memberikannya secara gratis jika mau, menjualnya dalam jumlah besar dengan harga diskon, atau bahkan menukarnya dengan liputan majalah atau kesempatan tampil di panggung," ujar Julie. Penerbit sering kali membatasi jenis promosi seperti ini karena pendapatan mereka bergantung pada setiap buku yang terjual.
Anda bahkan bisa menjual buku yang Anda terbitkan sendiri ke perusahaan penerbitan tradisional nanti. "Beberapa penulis memulai dengan menerbitkan buku sendiri, lalu mendapatkan kontrak penerbitan tradisional, dan ini masuk akal bagi mereka untuk menerimanya," kata Julie. "Anda tidak terikat selamanya dengan penerbitan mandiri."
Berapa penghasilan penulis yang menerbitkan sendiri?
Menurut perusahaan penerbitan mandiri Spines, berikut gambaran penghasilan penulis jika memilih jalur penerbitan tradisional:
- Buku hardcover: Biasanya royalti sekitar 10% hingga 15%.
- Buku paperback: Sekitar 6% hingga 8%.
- Ebook: Antara 25% hingga 40%.
-
Komisi agen: Agen mengambil komisi 15% hingga 20%. Anda juga mungkin tidak menerima uang muka sampai jumlah tersebut terbayarkan melalui penjualan buku.
Namun, Survei Penulis Indie 2024 dari Written Word Media menunjukkan potensi yang jauh lebih menguntungkan bagi penulis yang menerbitkan sendiri:
- Ebook: Tingkat royalti biasanya berkisar dari 70% hingga bahkan 100%, tergantung platform dan harga.
-
Buku cetak (paperback/hardcover): Biasanya sekitar 60% hingga 100% per penjualan, terutama dengan sistem cetak sesuai permintaan.
Selain itu, platform seperti Amazon KDP, Apple Books, dan Barnes & Noble Press umumnya menawarkan sekitar 70% royalti untuk ebook.
Pada tahun 2024, median pendapatan penulis yang menerbitkan sendiri berada di sekitar Rp192.000.000 (lebih dari dua kali lipat dari apa yang bisa Anda hasilkan dengan penerbit tradisional). Bahkan, semakin banyak penulis yang mampu menghasilkan Rp750.000.000 atau lebih per tahun.
💡Tahukah Anda? Robert Kiyosaki pertama kali menerbitkan sendiri Rich Dad Poor Dad pada tahun 1997 setelah ditolak oleh penerbit. Dalam beberapa tahun, buku itu menjadi best seller global, yang menjual lebih dari 32 juta eksemplar, diterjemahkan ke dalam 51 bahasa, dan didistribusikan di 109 negara. Hingga kini, buku tersebut adalah salah satu buku bisnis yang diterbitkan sendiri paling sukses sepanjang masa, sekaligus fondasi dari kerajaan finansial pribadi yang ia bangun.
Cara menerbitkan buku sendiri dalam 8 langkah
Perjalanan setiap penulis yang menerbitkan sendiri berbeda-beda, tetapi langkah-langkah inti berikut dapat memandu Anda melalui prosesnya:
1. Kenali pembaca
"Anda harus sudah memikirkan bagaimana akan memasarkan buku bahkan sebelum menyelesaikan penulisannya," kata Julie. Ini bukan berarti Anda harus langsung membuat strategi pemasaran yang lengkap, melainkan memahami siapa pembaca Anda.
"Buatlah sespesifik mungkin," kata Julie. "Jangan menulis untuk semua orang, tentukan satu tipe pembaca, lalu gunakan bahasa yang mereka gunakan." Dengan memiliki gambaran pembaca yang jelas, proses menulis dan menerbitkan buku akan terasa lebih mudah. “Banyak orang baru memikirkan cara memasarkan buku setelah selesai menulisnya. Padahal, membuat buku menjadi mudah dipasarkan setelah selesai ditulis bisa sangat sulit.”
Kejelasan ini akan sangat membantu saat Anda menentukan cara menerbitkan buku sendiri agar bisa menjangkau audiens yang tepat.
2. Bekerja dengan editor yang tepat
Buku Anda akan bersaing dengan buku dari penerbit tradisional di toko dan marketplace yang sama. Agar kualitasnya setara, Anda perlu bekerja sama dengan beberapa jenis editor berikut, sesuai urutan:
- Editor konten: Meninjau naskah Anda dan menyarankan perubahan struktural, seperti menambah atau menghapus bagian tertentu.
- Pemeriksa fakta: Untuk buku nonfiksi, memastikan keakuratan klaim dan data yang Anda gunakan.
- Copy editor: Memoles naskah Anda dengan saran tata bahasa dan ejaan.
-
Proofreader: Memberikan tinjauan akhir untuk menangkap kesalahan yang tersisa sebelum publikasi.
"Banyak orang akhirnya melakukan jenis penyuntingan yang kurang tepat di waktu yang tidak sesuai, karena mereka tidak menyadari bahwa ada berbagai jenis editor," kata Julie.
Sebagai penulis yang menerbitkan sendiri, Anda akan memilih editor sendiri. Temukan editor lepas melalui marketplace talenta seperti:
Anda juga dapat bekerja sama dengan layanan seperti Book Launchers milik Julie untuk menemukan editor yang sesuai. Selain itu, Anda dapat menggunakan layanan perusahaan penerbitan mandiri lainnya yang menawarkan paket lengkap, mulai dari editing (penyuntingan), pemformatan, hingga dukungan pemasaran.
3. Buat sampul yang menarik perhatian
Sampul adalah elemen visual utama yang menentukan daya tarik buku Anda di seluruh pengecer, marketplace, dan toko online Anda. Saat mendesain sampul atau bekerja dengan desainer, berpikirlah seperti pemasar:
- Desain untuk thumbnail: Sampul Anda akan muncul lebih kecil di sebagian besar toko online.
- Buat judul Anda mudah dibaca: Membantu pembaca mengingat buku Anda.
-
Pertimbangkan punggung dan sampul belakang: Penting untuk penjualan buku cetak.
Temukan desainer sampul melalui platform lepas yang sama yang Anda gunakan saat mencari editor. Jika Anda memiliki pengalaman desain, coba alat gratis seperti:
4. Pilih platform penerbitan Anda
Naskah Anda sudah jadi. Sampul Anda sudah siap. Sekarang tibalah pada keputusan yang besar, yaitu di mana (dan bagaimana) Anda akan menerbitkan buku.
Cetak sesuai permintaan vs. pencetakan tradisional
Dengan naskah dan sampul yang sudah final, Anda siap untuk menerbitkan buku. Anda bisa menggunakan beberapa platform sekaligus, tergantung pada cara Anda ingin menjual buku.
Julie menggunakan beberapa platform untuk tujuan berbeda:
- IngramSpark untuk distribusi ke toko buku
- Kindle Direct Publishing (KDP) untuk penjualan di Amazon
- Bookvault untuk buku fisik di toko Shopify miliknya
-
BookFunnel untuk distribusi newsletter ebook
Sebagian besar platform ini menawarkan layanan cetak sesuai permintaan, di mana buku dicetak dan dikirim saat ada pesanan. Pendekatan ini membantu menekan biaya, menghilangkan kebutuhan penyimpanan stok yang mahal, serta menghemat waktu karena proses produksi dan distribusi ditangani oleh pihak lain.
Opsi cetak sesuai permintaan lainnya termasuk Lulu Direct, yang terintegrasi dengan Shopify, serta Blurb, yang juga menyediakan alat desain untuk buku foto.
Dua opsi utama, cetak sesuai permintaan (POD) dan pencetakan offset tradisional, memiliki perbedaan signifikan dalam hal biaya dan fleksibilitas.
| Fitur | Cetak sesuai permintaan (POD) | Pencetakan tradisional |
|---|---|---|
| Biaya per unit | ~$4,75 untuk buku paperback 300 halaman (POD via KDP) | ~$2,10 per eksemplar untuk paperback 300 halaman (cetak offset 500 eksemplar) |
| Kisaran umum | ~$6–$10 per unit, termasuk pemenuhan dan pengaturan POD lainnya | $2–$4 per eksemplar paperback dalam cetak offset yang lebih besar |
| Pengaturan/minimum cetak | Minimal 1 buku | Minimal pesanan biasanya 250-1.000 eksemplar |
| Risiko di awal | Tidak ada, bayar saat penjualan masuk | Tinggi, perlu biaya pencetakan + penyimpanan di awal |
| Fleksibilitas | Fleksibilitas penuh; konten mudah diperbarui kapan saja | Rendah; pembaruan memerlukan cetak ulang |
Jika Anda baru memulai, POD memungkinkan Anda menerbitkan dengan hampir tanpa risiko di awal. Sementara itu, cetak offset baru lebih masuk akal digunakan jika Anda sudah tahu bisa menjual ratusan hingga ribuan eksemplar.
💡Tip pro: Penerbitan mandiri kini tidak lagi terbatas pada buku cetak dan ebook. Spotify baru-baru ini meluncurkan inisiatif penerbitan untuk penulis yang menerbitkan sendiri, dengan membuka pengiriman karya cerita pendek (10.000 hingga 20.000 kata) dalam genre seperti romansa, misteri/thriller, dan sci-fi/fantasi. Karya terpilih akan mendapatkan uang muka, produksi audiobook secara penuh, serta distribusi ke berbagai pengecer besar. Penulis tetap memegang kendali atas hak audio mereka dan Spotify juga mendorong pengunggahan melalui Findaway Voices, sehingga semakin memudahkan penulis independen untuk masuk ke dunia audiobook.
Cara menerbitkan buku di Amazon
Kindle Direct Publishing (KDP) Amazon adalah platform penerbitan mandiri paling populer. KDP Amazon juga diakui secara luas sebagai pilihan terkemuka di dunia dan menguasai pangsa besar pasar ebook.
Begini cara kerjanya:
- Siapkan akun KDP: Kunjungi kdp.amazon.com, masuk dengan akun Amazon Anda, dan tambahkan informasi pembayaran dan pajak Anda.
- Tambahkan judul baru: Pilih Kindle ebook atau Paperback, lalu isi detail seperti judul, subjudul, nama penulis, deskripsi, dan kata kunci.
- Unggah naskah: Format yang diterima termasuk DOCX, EPUB, dan PDF (untuk cetak). KDP juga menyediakan alat pratinjau untuk memeriksa pemformatan.
- Unggah sampul: Desain sendiri atau gunakan alat Cover Creator gratis KDP.
- Tetapkan harga dan royalti: Untuk ebook, KDP memberikan royalti 35% atau 70% tergantung harga dan wilayah. Paperback biasanya sekitar 60% dari harga jual dikurangi biaya cetak
- Terbitkan dan distribusikan: Setelah disetujui, buku Anda akan muncul di Amazon dalam 24 hingga 72 jam.
💡Tip pro: Banyak penulis indie menggunakan KDP + layanan POD lain (seperti IngramSpark) untuk memaksimalkan jangkauan. KDP mencakup penjualan di Amazon, sementara IngramSpark memasukkan buku Anda ke perpustakaan dan toko buku.
5. Format buku
Sebelum menerbitkan, Anda perlu menyiapkan buku dengan format yang profesional. Pelajari terlebih dahulu persyaratan dari masing-masing platform karena bisa berbeda-beda.
Sebagian besar perusahaan penerbitan mandiri memerlukan dua file: file naskah untuk isi buku dan file sampul untuk bagian luar (sampul depan, punggung, dan belakang).
Saat memformat naskah, sertakan elemen kunci berikut:
- Trim dan margin: Tetapkan tinggi dan lebar halaman Anda (trim) sesuai opsi platform, lalu atur margin.
- Halaman setengah judul: Tempatkan ini di halaman kanan pertama, hanya berisi judul buku tanpa nomor halaman.
- Halaman judul: Cantumkan nama penulis dan subjudul. Logo boleh ditambahkan, tetapi opsional.
- Halaman hak cipta: Diletakkan di halaman kiri pertama setelah halaman judul, berisi informasi hak cipta. Jika ragu, gunakan templat praktis ini.
- Halaman dedikasi: Ini dibuat singkat saja, satu atau dua kalimat di halaman kanan berikutnya, tanpa nomor halaman atau header.
- Daftar isi: Cantumkan bab dan bagian dengan nomor halaman yang sesuai.
- Halaman judul bab: Mulai setiap bab dengan halaman judul. Sertakan nomor halaman tanpa header.
- Halaman isi: Di halaman biasa, tambahkan header dengan nama Anda di halaman kiri dan judul buku di halaman kanan.
- Daftar pustaka dan referensi: Cantumkan ini dalam buku nonfiksi untuk mengkredit sumber Anda.
- Biografi penulis: Sertakan foto dan deskripsi singkat tentang penulis.
- Indeks: Untuk buku nonfiksi, cantumkan daftar topik secara alfabetis beserta nomor halamannya di bagian akhir.
6. Dapatkan ISBN
Buku Anda memerlukan International Standard Book Number (ISBN), yaitu kode 13 digit yang mengidentifikasi edisi buku Anda, penerbit, dan karakteristik fisik buku Anda.
ISBN membantu melacak buku Anda di berbagai platform, perpustakaan, dan marketplace. Selain itu, ISBN juga berfungsi sebagai bukti kepemilikan Anda atas konten, sehingga sangat penting bagi penulis yang menerbitkan buku secara mandiri.
Banyak platform penerbitan mandiri menyediakan ISBN gratis. Jika platform Anda tidak menyediakannya, Anda bisa mendapatkan ISBN universal secara online.
Metadata buku dan kode BISAC
Setelah buku Anda siap dijual, metadata menjadi kunci agar buku dapat ditemukan oleh pembaca. Metadata dapat dianggap sebagai “sidik jari digital” buku Anda: meliputi judul, subjudul, nama penulis, deskripsi, ISBN, kata kunci, dan kategori.
Salah satu bagian penting dari metadata adalah kode subjek BISAC (Book Industry Standards and Communications). Ini adalah kategori standar yang digunakan di seluruh industri penerbitan (dari Amazon hingga toko buku) untuk mengelompokkan dan merekomendasikan buku.
Pemilihan kode BISAC yang tepat memastikan buku Anda bersaing di kategori yang sesuai. Jika terlalu umum, buku Anda akan tenggelam dalam persaingan. Jika terlalu spesifik, pembaca mungkin sulit menemukannya.
Misalnya, jika Anda menulis buku bisnis atau kewirausahaan, berikut adalah beberapa kode BISAC yang mungkin bisa digunakan:
- BUS027000: Bisnis & Ekonomi/Kewirausahaan
- BUS060000: Bisnis & Ekonomi/Bisnis Kecil
- BUS024000: Bisnis & Ekonomi/Pendidikan
-
BUS008000: Bisnis & Ekonomi/Komunikasi Bisnis/Umum
Penulis dapat (dan sebaiknya) memilih beberapa kode BISAC, biasanya hingga tiga, agar buku Anda muncul di beberapa kategori yang relevan sekaligus.
7. Buat toko Shopify
Siapkan toko online untuk menjual buku, meskipun Anda juga menggunakan saluran distribusi lain seperti Amazon atau toko buku lokal.
“Salah satu alasan kami mendorong klien untuk menjual secara langsung adalah karena Amazon dan toko buku tidak memberi tahu siapa yang membeli buku Anda,” ujar Julie. “Saat Anda menjual secara langsung, Anda tidak hanya mendapatkan keuntungan lebih besar per buku, tetapi juga memperoleh informasi kontak pelanggan. Ini merupakan keunggulan besar dibandingkan hanya menjual melalui Amazon tanpa mengetahui siapa pembelinya.”
Julie menjual bukunya melalui toko Shopify miliknya. "Kami telah mencoba banyak platform berbeda dan kami suka bagaimana Shopify membantu penulis untuk sukses," kata Julie. "Setelah diatur, platform ini mudah dikelola oleh penulis. Shopify juga menangani banyak aspek toko yang biasanya tidak ingin diurus secara detail oleh penulis,” seperti bundling dan upselling.
8. Pasarkan buku
Jika Anda ingin orang menemukan dan membeli karya Anda, mengetahui cara menerbitkan buku sendiri hanya setengah dari proses, karena Anda juga memerlukan strategi pemasaran yang tepat.
"Tidak peduli seberapa bagus buku Anda, Anda harus memasarkan buku itu," kata Julie.
Coba pendekatan ini:
- Bagikan kutipan di platform media sosial: Unggah cuplikan tulisan Anda untuk menarik perhatian pembaca, lalu arahkan ke halaman pembelian buku.
- Bangun ulasan pembaca: Jalin koneksi dengan pembaca pertama Anda dan minta ulasan yang jujur. Anda bisa menggunakan aplikasi seperti Opinew dan Trustify yang terintegrasi dengan Shopify dan Amazon untuk mengelola ulasan.
- Berkolaborasi dengan influencer media sosial: Bekerja sama dengan influencer yang audiensnya sesuai dengan target pembaca Anda untuk memperluas jangkauan buku.
- Terhubung dengan media sastra: Hubungi publikasi online dan podcast yang relevan dengan genre Anda untuk wawancara atau ulasan. Ikuti media yang sesuai dengan niche Anda untuk membangun hubungan
- Buat konten menarik: Tambahkan blog ke toko Shopify Anda untuk menarik pembaca. Kembangkan strategi konten SEO untuk meningkatkan visibilitas di hasil pencarian.
Berapa biaya untuk menerbitkan buku sendiri?
Ketika orang bertanya bagaimana cara menerbitkan buku sendiri, pertanyaan lanjutan yang hampir selalu muncul adalah berapa biayanya?
Berikut beberapa aspek dalam penerbitan sendiri yang kemungkinan memerlukan biaya:
Editing
Biaya editing tergantung pada jenis editing yang diperlukan, mulai dari copy editing hingga edit pengembangan, yang bisa mencapai lebih dari $7 per halaman. Untuk novel khas 60.000 kata, total biaya editing bisa melebihi $2.500.
Desain sampul dan pemformatan
Desain sampul profesional dapat berkisar dari jutaan sampai ratusan juta rupiah, tergantung pada reputasi desainer. Sementara itu, typesetting atau penataan isi buku dapat ditangani menggunakan perangkat lunak gratis atau berbiaya rendah, seperti Vellum dan Atticus.
ISBN
ISBN adalah keharusan jika Anda berencana menjual buku Anda di toko fisik atau online. Di Amerika Serikat, satu ISBN yang disertai barcode seharga $150, sedangkan paket 10 ISBN (dengan barcode) seharga $320, sehingga biaya per ISBN menjadi jauh lebih rendah. Harga dapat bervariasi di negara lain, jadi penting untuk meneliti opsi termurah untuk mendapatkan ISBN sebelum membeli.
Pencetakan dan pengiriman buku
Bagi penulis yang mencetak buku fisik, faktor seperti ukuran buku, jenis kertas, penggunaan warna, dan jenis penjilidan sangat memengaruhi biaya. Paperback hitam-putih dengan 24 hingga 108 halaman yang dicetak melalui KDP bisa seharga $2,30 per eksemplar, sementara paperback standar dengan sekitar 300 halaman bisa mendekati $5 per buku menggunakan KDP.
Pemasaran
Terakhir, aktivitas promosi buku Anda hampir tidak pernah sepenuhnya gratis, bahkan jika Anda melakukan pemasaran sendiri. Biaya untuk iklan online dan cetak dapat berkisar dari jutaan untuk iklan media sosial dasar hingga ratusan juta rupiah untuk penempatan di majalah sastra yang bereputasi.
FAQ cara menerbitkan buku sendiri
Berapa biaya rata-rata untuk menerbitkan buku sendiri?
Biaya untuk menerbitkan sendiri tergantung pada ukuran buku dan kompleksitas konten. Jika Anda mengambil pendekatan mandiri, Anda dapat menghabiskan sekitar Rp75.000.000-Rp90.000.000. Jika Anda ingin kualitas buku yang setara dengan penerbitan tradisional, biayanya bisa mencapai Rp225.000.000-Rp300.000.000.
Seberapa sulit menerbitkan buku sendiri?
Penerbitan mandiri memang lebih cepat daripada penerbitan tradisional, tetapi Anda harus mengelola semua tugas penerbitan sendiri, mulai dari menyewa editor, hingga memasarkan buku. Jika ingin menerbitkan buku sendiri yang laku, Anda perlu siap menginvestasikan waktu, tenaga, dan biaya yang cukup besar dalam prosesnya.
Apakah saya perlu mengurus hak cipta untuk buku yang diterbitkan sendiri?
Berdasarkan undang-undang hak cipta Amerika Serikat, buku yang Anda terbitkan sendiri secara otomatis dilindungi hak cipta saat dipublikasikan. Beberapa penulis memilih untuk mengajukan sertifikat hak cipta secara opsional guna melindungi karya mereka di negara yang tidak mengakui perlindungan otomatis, serta untuk memudahkan karya mereka masuk ke Library of Congress.
Bisakah saya menerbitkan buku saya sendiri secara gratis?
Ya. Platform seperti Amazon KDP, Apple Books, dan Kobo memungkinkan Anda mengunggah dan menjual buku tanpa biaya di muka. Biaya utama biasanya berasal dari layanan profesional, seperti editing, desain sampul, dan pemasaran. Anda bisa menerbitkan secara gratis, tetapi berinvestasi pada kualitas dapat meningkatkan peluang buku Anda untuk laku.
Apakah buku yang diterbitkan sendiri bisa menghasilkan uang?
Bisa, dan banyak yang berhasil. Pendapatan bulanan sangat bervariasi, mulai dari di bawah Rp7.500.000, hingga lebih dari Rp150.000.000. Kesuksesan tergantung pada beberapa faktor, seperti genre (romansa dan thriller sering berkinerja terbaik), berapa banyak buku yang diterbitkan, dan seberapa efektif strategi pemasarannya.
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menerbitkan buku sendiri?
Jika naskah sudah siap, proses dari unggah hingga buku tersedia di Amazon bisa memakan waktu 24 hingga 72 jam. Namun, keseluruhan proses, mulai dari penulisan, editing, desain sampul, formatting, hingga persiapan pemasaran, biasanya memakan waktu beberapa bulan hingga satu tahun, tergantung pada kecepatan kerja dan tingkat kualitas produk akhir yang ditargetkan.


