Pernahkah Anda membayangkan mengubah passion Anda menjadi toko ritel yang ramai pengunjung? Perjalanan dari ide bisnis hingga pembukaan besar melibatkan banyak langkah, termasuk perencanaan strategis, desain kreatif, dan persiapan yang cermat.
Panduan ini akan membantu Anda memahami apa saja yang dibutuhkan untuk membuka toko ritel, termasuk istilah ritel yang perlu Anda ketahui dan biaya awal, serta tips untuk mendatangkan pelanggan pertama Anda.
Apa itu toko ritel?
Toko ritel adalah lokasi permanen tempat bisnis menjual produk mereka. Toko ini juga dikenal sebagai toko fisik (brick-and-mortar) dan contohnya meliputi butik, department store, serta toko kelontong.
Apakah membuka toko ritel tepat untuk Anda?
Memulai bisnis ritel itu menarik. Anda akan memiliki etalase toko untuk dikelola dan cara untuk terhubung dengan pelanggan secara langsung. Tidak mengherankan jika penjual (merchant) Shopify dengan toko fisik menghasilkan rata-rata 81% dari total penjualan mereka secara langsung.
Namun, membuka toko ritel bukanlah langkah terbaik bagi setiap pengusaha:
- Biayanya mahal. Berbagai studi memperkirakan Anda membutuhkan investasi sekitar $40.000 untuk membuka toko permanen. Lakukan analisis biaya ritel untuk memastikan biaya awal ini sepadan dengan usaha Anda.
- Marginnya tipis. Sewa, asuransi, dan penggajian merupakan biaya tambahan yang menggerus margin, sehingga akhirnya jauh lebih rendah dibandingkan bisnis ritel yang sepenuhnya online.
- Menambah kompleksitas operasional. Anda perlu mempekerjakan karyawan, mencegah kerugian, dan melatih tim tentang cara melayani pelanggan. Anda juga membutuhkan teknologi ritel, seperti Shopify POS, untuk mengelola toko Anda.
Cara membuka bisnis ritel
- Pilih niche Anda
- Susun rencana bisnis
- Penuhi dasar-dasar hukum
- Temukan lokasi ritel
- Temukan produk untuk dijual di toko Anda
- Pilih sistem checkout
- Rekrut dan latih staf ritel
- Bangun brand ritel Anda
- Rencanakan operasional toko Anda
- Promosikan pembukaan toko ritel Anda
- Perluas saluran penjualan Anda
1. Pilih niche Anda
Ke mana Anda akan mengarahkan seluruh fokus Anda? Ketika baru memulai bisnis ritel, Anda mungkin tergoda untuk mencoba menjual segalanya. Waktu dan sumber daya Anda terbatas, jadi gunakanlah dengan bijak.
Setiap industri ritel memiliki rintangan dan hambatan masuknya sendiri. Pikirkan hal-hal yang bisa saja tidak berjalan lancar di niche Anda dan seberapa besar kemungkinan Anda dapat mengatasinya sebelum membuat keputusan akhir.
Perjelas target pelanggan dan proposisi nilai Anda
Tentukan jenis produk yang akan Anda jual dan cari tahu dengan tepat target pasar mana yang akan menjadi sasaran penjualan Anda. Jauh lebih mudah menjual sesuatu ketika Anda benar-benar peduli dan percaya pada potensinya. Mulailah pencarian niche Anda dari sini.
Setelah menemukan produk untuk dijual, pikirkan apa yang membuatnya berbeda. Inilah proposisi nilai unik Anda, yakni alasan bagi pelanggan untuk membeli dari toko Anda daripada kompetitor.
Evaluasi kompetitor dan permintaan pasar
Penting bagi Anda untuk mencintai apa yang ingin Anda jual, tetapi sama pentingnya bahwa orang lain juga menyukainya. Apakah ada kompetitor? Jika tidak, mengapa? Pastikan ada permintaan untuk niche Anda dan kemungkinan untuk meraih keuntungan.
Beberapa hal yang dilakukan kompetitor Anda mungkin berjalan dengan baik. Sementara yang lain mungkin meleset dari sasaran. Cermati sisi terbaik dan terburuk dari upaya pemasaran, penjualan, layanan pelanggan, serta area lain yang bisa Anda teliti. Adopsi strategi terbaik mereka dan perbaiki segala hal lainnya.
2. Susun rencana bisnis
Alasan utama Anda ingin menyusun rencana bisnis adalah untuk mengajukan pinjaman usaha. Namun, meskipun Anda membiayai sendiri, rencana bisnis akan membantu memperkuat ide-ide Anda dan menyoroti kebutuhan bisnis yang awalnya belum terpikirkan.
Rencana bisnis ritel bervariasi dalam kedalaman dan detailnya, tetapi sebagian besar mencakup informasi berikut:
- Nama dan deskripsi bisnis
- Ringkasan eksekutif
- Struktur bisnis
- Produk dan layanan
- Target audiens
- Riset pasar dan strategi pemasaran
- Proyeksi arus kas dan biaya awal
- Detail logistik dan manufaktur
- Detail pemberi pinjaman atau hibah yang telah diperoleh
Jika semua ini terasa membebani dan Anda tidak tahu harus mulai dari mana, silakan gunakan template rencana bisnis ini sebagai panduan.
Pilih nama bisnis
Nama brand Anda mungkin merupakan bagian terpenting dari bisnis ritel mana pun. Pelanggan melihatnya di setiap tahap perjalanan ritel: ketika mereka melewati toko Anda, melihat postingan media sosial Anda, atau melihat transaksi mereka di rekening koran bank.
Nama bisnis terbaik memiliki ciri:
- Singkat
- Mudah diingat
- Mudah dieja
Tips: Jika Anda kehabisan ide, gunakan generator nama bisnis AI gratis untuk memancing kreativitas Anda. Ketikkan produk yang Anda jual atau target pasar yang Anda tuju, lalu dapatkan daftar singkat ide nama bisnis yang dapat Anda kembangkan.
Perkirakan biaya awal
Berbagai studi memperkirakan bahwa dibutuhkan biaya sedikit di bawah $40.000 untuk membuka toko ritel. Namun, membuka toko baru dengan anggaran yang lebih kecil juga sangat mungkin. Biaya bergantung pada lokasi yang Anda pilih, ukuran toko, dan jenis produk yang Anda jual.
Perkirakan berapa banyak yang akan Anda keluarkan untuk membuka toko sebagai bagian dari rencana bisnis Anda. Sertakan biaya sekali bayar maupun biaya berulang seperti:
- Sewa toko
- Asuransi
- Izin dan lisensi
- Inventaris
- Biaya iklan dan pemasaran
- Perabotan dan perlengkapan
- Gaji staf
- Utilitas
- Kebersihan dan pemeliharaan toko
Amankan pendanaan
Bahkan jika Anda membuka toko ritel dengan anggaran yang lebih kecil, Anda tetap membutuhkan dana awal untuk menjalankan bisnis Anda.
Tentukan bagaimana Anda akan mendanai usaha baru Anda sebagai bagian dari rencana bisnis. Itu mungkin meliputi:
- Pendanaan dari keluarga dan teman
- Kartu kredit pribadi
- Pinjaman usaha seperti Shopify Capital
- Hibah usaha ritel kecil
- Crowdfunding
- Angel investor
Masing-masing sumber pendanaan bisnis ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Sebagai contoh, kartu kredit pribadi dapat memanfaatkan skor kredit pribadi Anda untuk mengunci suku bunga yang lebih rendah, tetapi aset pribadi Anda mungkin berisiko jika Anda kesulitan melakukan pembayaran. Timbang pilihan Anda dan pastikan Anda dapat mengembalikan pendanaan apa pun (jika diperlukan) untuk memilih yang paling tepat bagi Anda.
3. Penuhi dasar-dasar hukum
Setelah Anda menyelesaikan rencana bisnis dan memiliki arah yang jelas tentang masa depan toko ritel Anda, saatnya memenuhi dasar-dasar hukum.
Daftarkan bisnis Anda
Struktur bisnis Anda menentukan bagaimana Anda dikenai pajak, bagaimana Anda memperoleh modal, kewajiban Anda, dan faktor lainnya. Setiap struktur bisnis memiliki implikasi yang berbeda terhadap perpajakan, kepemilikan, kewajiban, pendanaan, dan aspek operasional lainnya. Pastikan untuk meneliti pilihan Anda dengan cermat, karena mengubah struktur di kemudian hari, meskipun mungkin, bisa merepotkan.
Anda memiliki pilihan lima struktur utama di AS:
- Perusahaan perseorangan (sole proprietorship)
- Persekutuan/partnership (baik limited liability maupun limited partnership)
- Korporasi (corporation)
- S corporation
- Limited liability company (LLC)
Pilihannya serupa di Inggris, tetapi hanya ada tiga struktur utama:
- Sole trader
- Limited company (limited by shares atau limited by guarantee)
- Partnership
Setelah Anda memutuskan struktur hukum, carilah registered agent dan daftarkan bisnis Anda ke lembaga negara bagian. Ini akan memberi Anda nomor identifikasi pemberi kerja (employer identification number/EIN), yang akan Anda butuhkan saat mempekerjakan karyawan.
Peroleh lisensi, izin, dan asuransi
Untuk hampir semua toko fisik, Anda memerlukan izin penjual (seller's permit) dari negara, kabupaten, kota, atau negara bagian Anda, sebuah lisensi usaha umum, serta DBA (doing business as) jika nama bisnis Anda merupakan nama fiktif.
Anda juga memerlukan lisensi khusus untuk menjual barang-barang yang dibatasi seperti obat-obatan, alkohol, hewan hidup, senjata api, dan materi dewasa.
Tergantung pada lokasi Anda, Anda mungkin juga perlu mengajukan izin tertentu lainnya untuk toko ritel fisik:
- Izin zonasi. Beberapa daerah mungkin mengatur jenis bisnis ritel apa yang boleh beroperasi di area tertentu.
- Izin kesehatan. Jika Anda berencana menangani makanan apa pun, Anda mungkin memerlukan izin kesehatan.
- Izin lingkungan. Jika bisnis Anda berpotensi mencemari udara atau air, Anda mungkin memerlukan izin pengendalian polusi khusus.
- Izin papan nama. Beberapa otoritas mewajibkan bisnis ritel lokal untuk mendapatkan izin sebelum mereka dapat memasang papan nama di ruang publik.
Pelajari tentang pajak dan akuntansi
Aturan pajak federal bervariasi, tergantung di mana bisnis Anda terdaftar, di mana ia beroperasi, dan struktur hukumnya. Sebagai contoh, pemilik usaha perseorangan di AS biasanya mengajukan pajak pada tanggal 15 April setiap tahun. Untuk persekutuan, biasanya pada tanggal 15 Maret. IRS (Internal Revenue Service) menyediakan informasi lebih lanjut tentang hal ini.
Tenggat waktu untuk mengajukan pajak korporasi di Inggris adalah 12 bulan setelah akhir periode akuntansi yang tercakup. Periode akuntansi setiap bisnis akan berbeda dan bergantung pada tanggal Anda mendirikan perusahaan. Ada juga variasi untuk sole trader dan struktur hukum lainnya. Lakukan riset untuk mengetahui apa yang relevan bagi Anda.
Di Inggris, VAT (value-added tax) harus dikenakan pada sebagian besar penjualan. Beberapa produk memiliki tarif yang lebih rendah dan barang seperti makanan serta pakaian anak-anak tidak dikenakan VAT sama sekali. Tidak setiap bisnis harus terdaftar VAT, jadi periksa kondisi Anda dengan informasi di situs web pemerintah.
Tips: Shopify Tax membantu menjaga kepatuhan di mana pun Anda berjualan. Mulai dari mengumpulkan pajak penjualan hingga mengajukan pengembalian pajak, Anda dapat melakukan semuanya dari admin Shopify. Ailee Fei, pendiri Daily Charme, mengatakan: "Kami tidak perlu lagi memperbarui informasi pajak penjualan secara manual, sehingga menghemat waktu yang tak terhitung dan mengurangi risiko kesalahan. Ini benar-benar mengubah permainan bagi bisnis kecil kami."
4. Temukan lokasi ritel
Setelah Anda mulai mendapatkan izin yang diperlukan, Anda dapat mulai mencari ruang komersial yang sempurna.
Gunakan demografi dan lalu lintas pengunjung untuk memilih lokasi
Mengetahui demografi target pelanggan Anda penting untuk menemukan lokasi. Jika Anda menjual perlengkapan mahasiswa, misalnya, tidak masuk akal untuk membuka toko sejauh 16 kilometer atau lebih dari kampus atau universitas terdekat.
Anda juga sebaiknya mencari enam penanda berikut (VPASTA):
- Visibilitas (Visibility)
- Parkir (Parking)
- Aksesibilitas (Accessibility)
- Papan nama (Signage)
- Lalu lintas (Traffic)
- Aktivitas (Activity)
Rancang tata letak toko dan penyimpanan inventaris Anda
Pikirkan apa yang ingin Anda tampilkan pertama kali kepada pelanggan. Apa yang akan membuat mereka masuk ke toko? Sebuah tampilan etalase yang menarik akan memengaruhi keputusan pembelian.
Ketika pelanggan masuk ke toko Anda, pastikan mereka disambut dengan tata letak yang memikat. Pikirkan tampilan produk mana yang akan menarik perhatian mereka. Apa yang akan ditempatkan di mana? Adakah produk tertentu yang kemungkinan besar ditambahkan ke keranjang saat pelanggan Anda mendekati checkout? Apakah ada dua produk yang saling melengkapi bagaikan tangan dan sarung tangan?
Brand alas kaki berkelanjutan Keen, misalnya, memasangkan sepatu sneaker dengan kaus untuk membantu pelanggan menemukan produk dari berbagai kategori.
Pertimbangkan juga seperti apa tampilan checkout. Jika ada tampilan point-of-sale, Anda perlu memutuskan jenis produk apa yang akan ditempatkan di sana dan bagaimana membuatnya menonjol. Pastikan proses checkout mudah dan hindari kemungkinan antrean panjang sebisa mungkin.
Yang terpenting, toko Anda harus se-aksesibel mungkin. Pengguna kursi roda, orang tua dengan kereta bayi, dan orang lain dengan keterbatasan mobilitas perlu bergerak dengan leluasa. Pikirkan ruang lorong, lift, tinggi mesin kasir, dan hal lain apa pun yang dapat membuat toko Anda inklusif.
Sesuatu yang sering dibiarkan tidak terkelola hingga terlambat adalah penyimpanan inventaris. Pikirkan seberapa mudah membawa stok ke dalam toko. Bisakah Anda menjangkau produk-produk terpopuler dengan cepat? Apakah Anda memastikan rak Anda tidak pernah dibiarkan kosong? Apakah Anda memiliki sistem keamanan untuk mencegah pencurian di toko?
Uji konsep Anda dengan pop-up shop atau ruang sementara
Jika Anda menyewa ruang yang terlalu luas, Anda bisa membayar harga lebih tinggi per meter persegi, ditambah lagi toko fisik Anda akan tampak kosong. Mendapatkan jumlah ruang ritel yang tepat merupakan keseimbangan yang halus. Jika Anda ragu, pertimbangkan untuk memulai dengan pop-up shop atau ruang sementara.
Brand perhiasan The Inspiration Company mengambil pendekatan ini. Perusahaan tersebut membuka 80 pop-up shop di seluruh Amerika Serikat untuk menguji kelayakan pasar sebelum berkomitmen pada lokasi permanen.
5. Temukan produk untuk dijual di toko Anda
Berbicara tentang inventaris, kini saatnya mencari produk untuk dijual melalui bisnis baru Anda.
Identifikasi pemasok
Jika bisnis Anda adalah sebuah jantung, maka vendor (atau pemasok) Anda adalah pembuluh arterinya. Sangat penting untuk memiliki hubungan yang baik dengan mereka dan membangun hubungan tersebut dimulai dengan memilih vendor yang tepat sejak awal. Jika Anda pernah mewawancarai calon karyawan, proses onboarding vendor mungkin terasa seperti pengalaman yang familier.
Menjalin kemitraan dengan vendor yang buruk dapat menunda produksi dan distribusi, sehingga memakan waktu dan uang Anda. Jadi mulailah dengan menetapkan kriteria tentang apa yang Anda inginkan dari sebuah vendor.
Harga seharusnya hanya menjadi salah satu dari beberapa faktor, termasuk:
- Kualitas produk
- Layanan pelanggan
- Hubungan yang sudah terjalin
- Etika vendor
- Aturan jumlah pesanan minimum (minimum order quantity/MOQ)
- Keahlian di niche Anda
- Referensi
Tetapkan praktik manajemen inventaris
Manajemen inventaris merupakan bagian penting dari operasional bisnis ritel, jadi sebaiknya mulai dengan cara yang tepat menggunakan perangkat lunak manajemen inventaris yang memadai.
Carilah platform yang menggabungkan inventaris dari toko e-commerce dan toko ritel Anda. Ketika Anda menggunakan Shopify, Anda sudah memiliki fitur manajemen inventaris bawaan, serta opsi untuk mengintegrasikan platform pihak ketiga. Ini memungkinkan Anda untuk:
- Melacak tingkat inventaris di setiap saluran penjualan (di toko dan online)
- Dengan cepat memproses pesanan pelanggan saat checkout
- Mengatur peringatan stok pengaman untuk mencegah kehabisan stok
- Menghasilkan laporan inventaris dan penjualan yang terperinci, seperti analisis ABC dan laporan valuasi
6. Pilih sistem checkout
Ada dua elemen utama dari sistem pembayaran yang perlu dipertimbangkan: point-of-sale (POS) yang membantu Anda menerima pembayaran saat checkout dan pemroses pembayaran.
Sistem point-of-sale
Sistem POS Anda adalah perangkat keras dan perangkat lunak yang memungkinkan bisnis Anda menerima pembayaran dari pelanggan dan melakukan penjualan secara langsung.
Pengaturan perangkat keras POS Anda bisa sesederhana perangkat seluler (seperti tablet atau smartphone) dan pembaca kartu atau mesin kartu. Namun, sebagian besar waktu Anda mungkin juga ingin dapat menangani uang tunai, dalam hal ini, Anda juga membutuhkan laci kas.
Fitur perangkat lunak POS penting lainnya yang perlu dipertimbangkan meliputi:
- Manajemen pesanan
- Diskon otomatis
- Email khusus atau tanda terima digital
- Keranjang email
- Pemrosesan pembayaran
- Pengembalian dana dan penukaran
- Profil pelanggan
- Program loyalitas
- Peran dan izin staf
Pemroses pembayaran
Pastikan sistem POS Anda memiliki proses checkout yang cepat dan memungkinkan Anda menerima berbagai jenis pembayaran, termasuk kartu kredit dan debit, pembayaran seluler, kartu hadiah fisik dan digital, serta uang tunai.
Beberapa sistem POS, seperti Shopify POS, dilengkapi dengan pemrosesan pembayaran terintegrasi, sementara yang lain mengharuskan Anda mengelola kontrak, biaya, dan pembayaran terpisah dengan penyedia pihak ketiga. Shopify POS juga menawarkan opsi pembayaran alternatif seperti Shop Pay dan Shop Pay Installments, yang menyatukan detail pesanan dan pembayaran pelanggan di aplikasi Shop.
Pembayaran terintegrasi menyederhanakan biaya awal Anda, mempercepat pencairan dana, dan mengurangi ketidakakuratan dalam pelaporan keuangan Anda akibat kesalahan manusia. Ini juga berarti Anda akan menghabiskan lebih sedikit waktu untuk merekonsiliasi tagihan.
Sebaliknya, ketika Anda bermitra dengan pihak ketiga untuk menangani pemrosesan pembayaran, Anda harus merekonsiliasi secara manual pembayaran yang diterima dari pembaca kartu Anda dengan sistem POS Anda, dan mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk menerima pencairan dana.
7. Rekrut dan latih staf ritel
Akan sangat sulit (jika tidak mustahil) untuk mengelola toko ritel seorang diri. Anda perlu membangun sebuah tim dan melatih mereka dengan keterampilan ritel untuk sukses.
Susun rencana perekrutan dan anggaran staf
Saat menjalani proses perekrutan, pastikan Anda memenuhi persyaratan negara dan negara bagian Anda sebagai pemberi kerja. Anda kemungkinan membutuhkan:
- Jenis asuransi tertentu (misalnya, asuransi kewajiban pemberi kerja atau kompensasi pekerja)
- Rekening bank untuk penggajian
- Proses untuk memverifikasi kelayakan bekerja
- Proses untuk melaporkan karyawan baru ke State Directory of New Hires (SDNH)
Saat mewawancara, apa pun posisinya, ingatlah bahwa Anda mewawancarai sikap sekaligus kemampuan. Lebih mudah bekerja dengan seseorang yang memiliki minat yang sama untuk menumbuhkan bisnis Anda, tetapi perlu Anda latih tentang prosesnya daripada sebaliknya.
Onboarding staf pada POS
Setiap karyawan baru harus mendapatkan pembekalan tentang operasional toko Anda. Susunlah program onboarding yang mengajarkan mereka cara menggunakan sistem POS Anda, memberikan layanan pelanggan yang unggul, dan mematuhi kebijakan toko.
Tips: Pilihan sistem POS Anda sangat memengaruhi seberapa mudah (dan cepat) melatih staf ritel baru. Dengan Shopify, misalnya, proses toko (termasuk manajemen inventaris dan pemrosesan pembayaran) terpadu secara default, memberikan Anda hanya satu sistem untuk melatih staf baru. Ini telah membantu peritel seperti Monos mengurangi waktu pelatihan POS menjadi hanya setengah hari.
"Kami melatih staf ritel kami tidak hanya pada POS tetapi juga pengalaman online secara menyeluruh, yang membantu mereka memahami bagaimana segala hal seperti pemrosesan pesanan, pengembalian dana, dan promosi bekerja," kata direktur e-commerce dan customer experience Mike Wu. "Memiliki semuanya dalam satu platform yang sama membuatnya jauh lebih mudah untuk menghubungkan titik-titiknya dan memperoleh pemahaman menyeluruh tentang bisnis, yang menghasilkan layanan pelanggan yang lebih baik."
8. Bangun brand ritel Anda
Membangun brand yang kuat yang dapat menciptakan ikatan emosional dengan calon pelanggan dapat mendorong kesuksesan ritel lebih lanjut. Brand ritel Anda lebih dari sekadar nama dan logo, ia adalah siapa Anda, apa yang diperjuangkan brand Anda, dan mengapa ia ada.
Branding Anda harus mencakup komponen seperti pernyataan misi dan visi serta elemen identitas visual brand seperti logo, warna, font, dan tata letak. Ini juga akan mencakup penetapan suara dan nada brand.
Mungkin lebih penting daripada menciptakan brand adalah memastikan seluruh tim Anda memahami dan mewujudkan brand tersebut. Integrasikan onboarding brand ke dalam proses pelatihan karyawan Anda.
9. Rencanakan operasional toko Anda
Operasional sehari-hari mungkin terdengar bukan bagian paling menarik dari membuka bisnis ritel baru, tetapi hal itu penting. Kebijakan dan prosedur menjaga pengalaman pelanggan tetap konsisten, sekaligus membantu mengelola inventaris dan melayani pembeli dengan cepat.
Prosedur buka, tutup, dan penanganan uang tunai
Komponen utama yang perlu dicakup dalam rencana operasional ritel Anda meliputi:
- Prosedur buka dan tutup
- Kebijakan pengembalian dan penukaran
- Proses pemenuhan pesanan
- Manajemen inventaris fisik
- Promosi dan penetapan harga
- Manajemen dan penjadwalan staf
- Prosedur penanganan uang tunai
Pengembalian, penukaran, dan manajemen inventaris
Sayangnya, tidak setiap produk yang Anda jual akan keluar dari toko ritel Anda selamanya. Beberapa barang kembali melalui pengembalian atau penukaran.
Platform unified commerce seperti Shopify membantu dalam proses manajemen inventaris yang terkait dengan pengembalian dan penukaran. Pelanggan dapat membeli online dan mengembalikan di toko (atau sebaliknya), sementara staf toko memproses pengembalian dana mereka dari sistem POS.
Dalam kasus penukaran, Shopify secara otomatis mencatat pengembalian SKU lama dan penjualan SKU baru untuk menghindari ketidaksesuaian inventaris.
Siapkan tech stack dan data ritel Anda
Teknologi ritel memungkinkan Anda menjalankan toko layaknya mesin yang bekerja mulus. Pada intinya, Anda membutuhkan sistem point-of-sale (POS), yang dikenal sebagai pusat kendali dari setiap toko ritel, untuk memproses pembayaran, mencatat inventaris, dan melacak data pelanggan.
Untuk merampingkan operasional, sistem POS ini harus terintegrasi dengan alat lain:
- Sistem manajemen inventaris
- Platform manajemen hubungan pelanggan (customer relationship management/CRM)
- Alat email marketing
- Platform manajemen tenaga kerja
- Aplikasi loyalitas pelanggan
Jika Anda berjualan secara omnichannel, pertimbangkan bagaimana toko ritel Anda akan bekerja dengan toko online atau situs web Anda. Mungkin Anda ingin menawarkan opsi beli online, ambil di toko (buy online, pickup in-store/BOPIS), dan pengambilan di tepi jalan (curbside pickup) bagi pembeli. Dalam hal ini, pilihlah solusi unified commerce seperti Shopify yang mampu menyatukan data pelanggan, pesanan, dan inventaris di setiap saluran penjualan.
Itulah persis yang dilakukan agensi omnichannel commerce Riess Group ketika membantu penjual Shopify seperti Vestique mengoptimalkan toko ritel mereka. Mereka menyukai bahwa Shopify memiliki begitu banyak integrasi ini yang siap pakai. Ini telah menghasilkan lonjakan penjualan hingga 18%.
10. Promosikan pembukaan toko ritel Anda
Pada titik ini, Anda telah mendaftarkan bisnis Anda dan memilih lokasi, vendor, staf, serta sistem pembayaran. Yang tersisa hanyalah mempromosikan toko Anda dan bersiap untuk pembukaan besar!
Sembari menunggu inventaris awal Anda tiba (dan menyiapkan toko untuk menerima pelanggan), pikirkan bagaimana memasarkan toko Anda kepada penduduk lokal. Anda dapat mempromosikan perusahaan ritel Anda dengan cara:
- Membuat akun media sosial untuk toko Anda
- Menjalin hubungan dan membentuk kemitraan dengan bisnis lokal lainnya
- Mengadakan acara promosi untuk komunitas lokal
- Menyelenggarakan acara belanja yang berkesan
- Mencetak brosur dan menempelkannya di lingkungan sekitar
- Memasang papan nama di dalam dan di depan toko Anda
- Memasang iklan di koran lokal untuk menemukan pelanggan baru
11. Perluas saluran penjualan Anda
Toko fisik mungkin menjadi fokus Anda saat ini, tetapi itu tidak harus menjadi satu-satunya saluran penjualan Anda. Seperempat pembeli di toko telah meneliti brand secara online sebelum mereka datang ke toko.
Rangkul para pembeli ini dengan platform unified commerce, yakni platform yang menyatukan data inventaris, pesanan, dan pelanggan Anda di mana pun Anda berjualan. Shopify adalah satu-satunya platform yang melakukan hal ini secara default. Platform ini memberi pelanggan pengalaman omnichannel yang mulus yang mereka harapkan dari peritel tempat mereka berbelanja, semua tanpa menambah kompleksitas teknis.
Tanpa perlu middleware atau integrasi yang tidak konsisten, sebuah firma riset independen terkemuka menemukan bahwa peritel yang menggunakan solusi unified commerce Shopify POS memperoleh manfaat berupa:
- Waktu implementasi 20% lebih cepat
- Biaya migrasi dan transisi data 34% lebih rendah
- Pertumbuhan penjualan omnichannel lebih dari 150% per kuartal, rata-rata, dari tahun ke tahun
Buka toko online
Menggabungkan toko ritel Anda dengan situs web e-commerce menawarkan yang terbaik dari kedua dunia. Pembeli lokal dapat mengunjungi toko terdekat untuk melihat-lihat produk, sementara mereka yang berada lebih jauh mendapatkan pengalaman serupa (meskipun digital) melalui toko online Anda.
Kedua saluran dapat bekerja secara berdampingan dan membantu Anda menawarkan pengalaman pelanggan omnichannel melalui layanan seperti:
- Beli online, ambil di toko
- Beli online, kembalikan di toko
- Pengiriman lokal, di mana pembeli terdekat dapat membeli online dan staf ritel Anda mengantarkan pesanan dari lokasi fisik
Berjualan online juga merupakan cara sempurna untuk merangkul para pencari lokal. Klaim Google Business Profile Anda dan buat halaman landing khusus yang menargetkan pencarian lokal, seperti "toko sepatu di Denver." Tawarkan sebanyak mungkin detail (yang relevan), termasuk alamat toko Anda, jam buka, dan petunjuk arah, untuk mengubah pembeli online menjadi lalu lintas pengunjung.
Berjualan melalui media sosial
Setengah dari audiens Gen Z mengatakan bahwa mereka pernah melakukan pembelian saat menjelajahi platform media sosial seperti TikTok, Instagram, dan Facebook. Bahkan jika Anda menargetkan demografi yang lebih tua, hal yang sama tetap berlaku: penjualan social commerce akan melampaui $1 triliun pada 2028.
Buat toko Anda terlihat di saluran penjualan sosial ini dengan cara:
- Bergabung dengan grup atau halaman lokal
- Menjalankan iklan media sosial
- Bermitra dengan influencer atau kreator lokal
- Menggunakan hashtag lokal
- Melakukan geotagging pada kota tempat toko Anda berada
Tips: Luncurkan etalase toko native di platform social commerce ini langsung dari admin Shopify Anda. Instal saluran penjualan Facebook & Instagram, Google & YouTube, dan TikTok untuk menyinkronkan katalog produk Anda dengan setiap saluran, lalu tandai produk di postingan organik Anda untuk mengarahkan pengikut menuju pembelian.

Pertimbangkan marketplace
Marketplace seperti Amazon dan Etsy adalah tujuan pertama bagi 40% pembeli. Dengan audiens calon pelanggan yang sangat besar yang sudah mencari produk yang Anda jual, ini bisa menjadi saluran penjualan pelengkap untuk menghasilkan pendapatan sembari Anda menjalankan toko ritel Anda.
Meski begitu, ada trade-off antara menjangkau calon pelanggan dan pemotongan margin keuntungan Anda. Amazon, misalnya, mengambil antara 8% dan 15% dari total harga jual sebagai komisi.
Marketplace juga melindungi data pelanggan, Anda akan kesulitan menargetkan ulang pelanggan yang telah membeli dari Anda di tempat lain. Itulah sebabnya berjualan di marketplace paling efektif ketika dikombinasikan dengan saluran milik sendiri lainnya (misalnya, toko ritel atau situs web e-commerce Anda).
Mulai bisnis ritel Anda yang menguntungkan hari ini
Pasti akan ada hambatan di sepanjang jalan sebelum Anda secara resmi memulai bisnis ritel dan karena itu jaringan dukungan yang kuat di sekitar Anda akan membantu merekatkan semua bagiannya. Selain orang, alat yang tepat dapat membawa bisnis Anda ke tingkat berikutnya.
Shopify memiliki semua alat yang Anda butuhkan untuk membuka toko ritel yang menguntungkan. Lebih dari sekadar sistem POS untuk memproses pesanan, Shopify memungkinkan Anda mengelola setiap aspek bisnis dari satu back end, entah itu mengumpulkan data pelanggan, menjalankan program loyalitas omnichannel, atau menyatukan data inventaris di mana pun Anda berjualan.
FAQ cara membuka toko ritel
Berapa biaya untuk membuka toko ritel?
Dibutuhkan sekitar $40.000 untuk membuka toko ritel, meskipun ini bergantung pada berbagai faktor, terutama lokasi toko Anda, seberapa banyak ruang yang Anda butuhkan, produk yang Anda jual, kebutuhan staf, serta lisensi atau izin yang diperlukan.
Bagaimana cara memulai toko ritel Anda sendiri?
Berikut cara memulai toko ritel dan menjadi pemilik usaha kecil:
- Pilih pasar niche.
- Susun rencana bisnis yang solid.
- Daftarkan bisnis Anda.
- Peroleh lisensi dan izin.
- Temukan lokasi ritel.
- Cari produk untuk dijual.
- Pilih sistem POS.
- Rekrut karyawan ritel.
- Rencanakan prosedur toko.
- Promosikan toko ritel baru Anda.
- Perluas saluran penjualan Anda.
Apakah membuka toko ritel menguntungkan?
Toko ritel dapat menguntungkan, asalkan Anda memiliki kecocokan produk-pasar yang kuat dan menurunkan biaya operasional ritel Anda. Shopify membantu dalam hal terakhir, yakni menyatukan POS dan e-commerce dalam satu platform untuk mengurangi total biaya kepemilikan dan biaya teknologi.
Apa itu 4P dalam ritel?
Empat P dalam ritel adalah: product (produk), price (harga), place (tempat), dan promotion (promosi). Sebuah strategi ritel harus mencakup keempatnya.
Apa yang saya butuhkan untuk memulai toko ritel?
Untuk memulai toko ritel, Anda membutuhkan:
- Rencana bisnis yang terperinci
- Pendanaan
- Lisensi dan izin yang diperlukan
- Asuransi bisnis ritel
- Lokasi fisik (brick-and-mortar)
- Inventaris untuk dijual
- Sistem POS
- Karyawan ritel

