Membeli bisnis online dapat memberi Anda aliran pendapatan pasif atau menjadi titik awal yang lebih baik dibandingkan memulai bisnis dari nol.
Meskipun ada ribuan situs web dan toko e-commerce yang dijual, tidak setiap bisnis online merupakan investasi yang bijak. Sangat penting untuk melakukan riset menyeluruh guna memastikan Anda melakukan pembelian yang aman dan cerdas.
Berikut ini, cari tahu cara, tempat, dan alasan membeli bisnis dari sebuah marketplace online.
Siap memulai bisnis Anda? Buat situs web Anda hari ini atau pelajari lebih lanjut tentang alat-alat Shopify untuk berjualan secara online maupun langsung.
Cara membeli bisnis
Ada langkah-langkah standar dalam membeli bisnis online, mulai dari menjelajahi marketplace, memeriksa aset, hingga menegosiasikan syarat penjualan.
Pilih jenis bisnis yang akan dibeli
Saat mencari bisnis untuk dibeli, tentukan dulu jenis aset yang Anda inginkan. Beberapa bisnis yang dijual berada dalam kondisi sehat dengan aliran traffic dan penjualan yang teratur. Bisnis lainnya mungkin tidak aktif atau membutuhkan perbaikan.
Apakah Anda menginginkan bisnis yang masih perlu digarap atau usaha yang sudah berjalan mulus?
- Bisnis tahap awal atau yang tidak aktif kemungkinan menyita lebih banyak waktu dan tenaga Anda untuk (membangun ulang), tetapi bisa tumbuh menjadi investasi yang menguntungkan.
- Bisnis yang sudah mapan biasanya lebih stabil dan memberikan imbal hasil investasi yang lebih cepat, tetapi dijual dengan harga yang lebih tinggi.
"Suami saya dan saya sengaja mencari bisnis yang sudah mapan dan hanya membutuhkan beberapa pembaruan untuk memperluas pertumbuhannya," kata Mona Vaughn, pemilik toko perlengkapan hewan peliharaan online Bean Farm. "Bisnis yang sudah ada biasanya memiliki banyak data, loyalitas pelanggan, dan telah berhasil meraih pangsa pasar.
"Tujuan kami adalah menemukan bisnis yang memiliki kualitas tersebut dan juga siap untuk pembaruan branding visual serta transisi ke operasional atau pemasaran digital yang lebih efisien. Kami merasa ini adalah cara terbaik untuk memastikan investasi kami segera memberikan imbal hasil dengan penjualan yang teratur."
Beberapa bisnis sudah melayani total pasar yang dapat dijangkau (total addressable market) mereka dan mungkin memiliki ruang pertumbuhan yang terbatas tanpa mengembangkan produk atau layanan baru. Bisnis lainnya mungkin baru saja dibuka atau masih dalam tahap rintisan.
Telusuri bisnis yang dijual
Setelah Anda memutuskan jenis bisnis yang akan dibeli, kini saatnya menemukannya. Ada banyak tempat untuk menemukan bisnis yang sudah ada yang dijual, termasuk marketplace online dan situs web pialang bisnis.
- Jelajahi platform tepercaya: periksa marketplace seperti Flippa dan BizBuySale, yang menampung berbagai listing bisnis. Anda dapat mempersempit pencarian berdasarkan kriteria seperti kondisi keuangan, lokasi, dan jenis industri.
- Bangun jaringan secara lokal: hubungi jaringan bisnis lokal atau kontak dari industri Anda untuk mendapatkan informasi orang dalam dan peluang penjualan yang mungkin tidak tercantum secara publik.
Pastikan Anda memahami berbagai model bisnis yang mungkin Anda temui. Di antaranya:
- Grosir dan B2B: bisnis grosir yang menjual produk dalam jumlah besar ke bisnis lain alih-alih ke konsumen individu.
- Toko e-commerce: toko online yang menjual produk langsung ke pembeli melalui internet.
- Berbasis iklan atau afiliasi: situs web yang menghasilkan pendapatan melalui iklan dan tautan affiliate marketing.
- Bisnis dengan stok besar: bisnis fisik atau online yang memerlukan pengelolaan stok fisik secara signifikan.
Cari tahu alasan bisnis tersebut dijual
Mengetahui alasan di balik penjualan suatu bisnis sangatlah penting. Terkadang alasannya sederhana, seperti pemilik yang pensiun atau beralih fokus ke usaha lain. Di lain waktu, motifnya bisa kurang jelas dan penyelidikan Anda mungkin mengungkap potensi masalah.
Sebagai bagian dari kegiatan pencarian fakta, cobalah untuk:
- Berbicara dengan pemilik saat ini: percakapan langsung dapat memberikan wawasan yang tidak terlihat hanya dari melihat laporan keuangan atau situs web.
- Meninjau catatan keuangan: mintalah laporan arus kas dan rekam jejak keuangan. Cari tahu apakah ada utang atau kewajiban yang belum terselesaikan dengan mengajukan pertanyaan spesifik tentang kondisi keuangan bisnis tersebut.
- Menanyakan masalah operasional: pertanyaan tentang masalah pasokan, kondisi peralatan, dan modal kerja akan mengungkap seberapa lancar bisnis tersebut berjalan.
- Memeriksa rencana bisnis: melihat rencana bisnis akan memberi Anda wawasan tentang visi dan arah pemilik untuk perusahaan tersebut. Ini juga merupakan kesempatan untuk melihat apakah bisnis tersebut telah mencapai tujuannya dan beradaptasi dengan perubahan pasar.
- Memeriksa media sosial dan kehadiran onlinenya: memahami seberapa baik kinerja bisnis secara online, termasuk penjualan dari marketplace dan interaksi di platform sosial, dapat memberi petunjuk tentang reputasi dan keterlibatan pelanggannya.
Nilai bisnis tersebut
Selalu coba cari tahu nilai sebenarnya dari sebuah bisnis sebelum memutuskan untuk membelinya. Jangan hanya berpatokan pada harga jual yang tercantum, lakukan penilaian independen. Hal ini membantu selama negosiasi dan memastikan Anda mengambil keputusan yang matang.
Ada beberapa pendekatan untuk melakukan penilaian bisnis (business valuation). Seorang pialang bisnis dapat menghubungkan Anda dengan akuntan publik bersertifikat (certified public accountant/CPA) atau penilai senior terakreditasi (accredited senior appraiser/ASA) untuk membantu menilai bisnis yang ingin Anda akuisisi.
"Penjual sudah memiliki angka tertentu di benaknya, tetapi kami perlu mempertimbangkan versi nilai kami sendiri berdasarkan skenario terbaik dan terburuk," kata konsultan digital lepas Rob Weatherhead tentang pengalamannya membeli bisnisnya.
"Untungnya, kami memiliki dialog yang sangat terbuka dengan penjual sehingga tidak ada tawar-menawar yang alot. Lebih kepada menemukan cara agar kami dapat mencapai titik yang membuat kedua belah pihak puas."
Memahami nilai bisnis dapat memperkuat posisi Anda saat menegosiasikan harga. Anda akan memiliki alasan yang jelas dan beralasan untuk penawaran Anda, yang dapat menghasilkan kesepakatan yang lebih menguntungkan.
Buat rencana pembiayaan
Saat Anda siap membeli bisnis, langkah berikutnya adalah menentukan cara membayarnya. Untungnya, Anda tidak selalu harus menyediakan seluruh dana dari kantong pribadi. Ada opsi pembiayaan yang tersedia untuk membantu Anda membeli bisnis tanpa modal di muka.
Berikut beberapa cara populer untuk memperoleh pembiayaan bagi sebuah bisnis:
- Pinjaman bank konvensional: ini adalah pinjaman sederhana di mana bank meminjamkan sejumlah uang tertentu yang kemudian Anda lunasi secara bertahap. Jika Anda memiliki skor kredit yang baik, mendapatkan pinjaman pribadi bisa menjadi pilihan yang layak, meski jumlahnya mungkin terbatas tergantung pada kualifikasi Anda.
- Pembiayaan dari penjual: dalam pengaturan ini, pemilik bisnis saat ini meminjamkan uang kepada Anda untuk membeli bisnis tersebut. Anda kemudian melunasinya secara bertahap, sesuai syarat yang disepakati. Ini sangat berguna jika Anda tidak bisa mendapatkan pembiayaan konvensional.
- Pembiayaan piutang usaha: jenis pembiayaan ini memungkinkan Anda meminjam uang berdasarkan penjualan yang Anda perkirakan akan diperoleh di masa depan. Pemberi pinjaman akan memberikan uang tunai di muka dan Anda melunasi jumlah tersebut sebagai persentase dari penjualan Anda yang sedang berjalan.
- Pinjaman SBA: disediakan oleh Small Business Administration (SBA), pinjaman ini dirancang untuk mempermudah bisnis kecil mendapatkan pendanaan yang mereka butuhkan. SBA bermitra dengan pemberi pinjaman dan menanggung sebagian jumlah pinjaman untuk mengurangi risiko bagi pemberi pinjaman, sehingga bisnis lebih mudah disetujui.
- Pembiayaan dari koperasi kredit: koperasi kredit terkadang menawarkan suku bunga yang lebih menguntungkan dibandingkan bank konvensional, tetapi Anda biasanya perlu menjadi anggota untuk memanfaatkan pinjaman ini. Jika Anda sudah menjadi anggota koperasi kredit, ini bisa menjadi cara hemat biaya untuk mendanai pembelian bisnis Anda.
Negosiasikan harga
Sekarang setelah Anda melakukan uji tuntas, saatnya menegosiasikan harga yang bersedia Anda bayar untuk bisnis tersebut.
Bersiaplah bahwa Anda dan penjual akan saling mengajukan penawaran dan penawaran balasan. Anda juga akan menetapkan syarat-syarat umum penjualan selama proses ini, seperti apakah Anda ingin membeli aset bisnis atau hanya inventarisnya.
Berikut cara menangani proses negosiasi:
- Gunakan penilaian Anda sebagai panduan: penilaian bisnis yang Anda lakukan sebelumnya seharusnya menjadi dasar penawaran awal Anda. Hal ini memastikan tawaran Anda didasarkan pada analisis keuangan yang kuat.
- Siaplah untuk berkompromi: jarang sekali Anda mendapatkan harga persis seperti yang Anda inginkan dalam sebuah negosiasi. Bersiaplah untuk bertemu di tengah dengan penjual atau mungkin mengubah syarat agar kesepakatan lebih menarik bagi kedua belah pihak.
- Pahami motif penjual: jika Anda tahu mengapa penjual ingin melepas bisnisnya, Anda dapat menyesuaikan penawaran untuk memenuhi kebutuhan mereka. Misalnya, penjualan cepat mungkin sepadan dengan harga penawaran yang lebih rendah bagi penjual yang sedang terburu-buru.
- Putuskan antara aset atau stok: apakah Anda membeli aset berwujud dan tak berwujud dari bisnis tersebut, atau Anda mempertimbangkan penjualan stok (inventaris)? Keputusan ini dapat memengaruhi kompleksitas hukum dan potensi kewajiban yang terlibat.
- Jaga komunikasi tetap saling menghormati: negosiasi yang baik adalah tentang kedua belah pihak merasa puas. Jaga dialog tetap profesional dan konstruktif untuk membantu membangun hubungan positif, yang bisa berharga setelah masa transisi.
Ajukan surat pernyataan minat
Saat Anda serius ingin membeli sebuah bisnis, ada baiknya menuangkan niat Anda secara tertulis. Di sinilah surat pernyataan minat (letter of intent/LOI) berperan. Surat ini menyelaraskan semua pihak mengenai dasar-dasar kesepakatan sebelum masuk ke detail kontrak.
Berikut hal-hal yang biasanya dicantumkan dalam LOI:
- Pihak-pihak yang terlibat: sebutkan siapa yang membeli dan menjual. Ini menghindari kebingungan tentang pemangku kepentingan yang terlibat dalam transaksi.
- Syarat umum kesepakatan: jabarkan apa yang Anda rencanakan untuk dibeli dan syarat dasar pembelian.
- Persyaratan dan pembatasan: jika Anda perlu merahasiakan detail tertentu, inilah saatnya untuk memasukkan perjanjian kerahasiaan.
- Lini masa: menetapkan lini masa membantu transaksi terus berjalan maju. Hal ini memastikan kedua belah pihak mengetahui tanggal-tanggal penting, seperti kapan perjanjian pembelian terperinci harus ditandatangani.
Tinjau dokumen hukum dan keuangan
Setelah kedua belah pihak menandatangani LOI, lakukan peninjauan menyeluruh terhadap dokumentasi resmi bisnis tersebut. Ini adalah kesempatan lain untuk memastikan Anda benar-benar memahami apa yang Anda hadapi sebelum pembelian final.
Contoh dokumen yang perlu diperiksa antara lain:
- dokumen properti, seperti sewa komersial atau daftar penyewa.
- dokumen pendaftaran bisnis.
- setiap izin yang diperlukan untuk menjalankan bisnis dalam suatu industri atau lokasi.
- kontrak yang ada dan apakah kontrak tersebut dapat dialihkan ke pemilik baru.
- materi pemasaran dan periklanan.
- laporan pajak bisnis selama tiga tahun terakhir.
- dokumen pendirian, sertifikat, izin usaha, dan lain-lain.
- laporan laba rugi terkini, penggajian, neraca, dan laporan arus kas.
- informasi utang pinjaman bisnis.
- setiap catatan hukum, seperti litigasi yang sedang berlangsung.
Menengok kembali akuisisi bisnisnya, Mona berharap ia lebih fokus pada peninjauan laporan keuangan.
"Saya berharap saya memiliki pemahaman yang lebih kuat tentang margin keuntungan," katanya. "Ini lebih mudah ketika produknya sedikit dan lebih sulit ketika menjalankan toko seperti milik kami dengan lebih dari 500 produk.
"Mengetahui produk mana yang memiliki margin terbaik membantu di banyak bidang: penganggaran, pesanan pembelian, biaya iklan dan pemasaran, dan tentu saja yang paling utama: keuntungan."
Tutup kesepakatan
Setelah Anda menyelesaikan riset dan melakukan diskusi mendetail, Anda siap menyelesaikan akuisisi. Perjanjian pembelian final adalah yang mengikat kesepakatan, sebuah kontrak yang mengikat secara hukum yang menguraikan syarat-syarat yang disepakati oleh Anda dan penjual.
Berikut cara memastikan proses penutupan yang lancar:
- Konsultasikan dengan pengacara bisnis: meminta ahli hukum meninjau dan menegosiasikan perjanjian penjualan atas nama Anda adalah langkah yang bijak. Mereka dapat memastikan semua poin yang disepakati tercermin dengan benar dalam kontrak, sehingga melindungi kepentingan Anda.
- Amankan dana dalam rekening escrow: pemberi pinjaman Anda biasanya akan menyimpan dana yang diperlukan dalam rekening escrow. Hal ini menambah lapisan keamanan, memastikan dana hanya dicairkan ketika semua formalitas hukum terpenuhi.
- Tandatangani dokumen hukum: setelah perjanjian pembelian siap dan semua pihak puas dengan syaratnya, tandatangani dokumen tersebut. Pastikan Anda memahami setiap klausul dalam perjanjian.
- Tunggu pencairan dana: setelah semua pihak menandatangani dokumen dan memenuhi setiap kondisi yang tersisa, dana akan dicairkan dari rekening escrow kepada penjual, dan pada saat itulah Anda secara resmi menjadi pemilik baru bisnis tersebut.
Ingat untuk tidak terburu-buru pada bagian akhir proses ini. Seperti yang disarankan George Moulos, CEO Ecommerce Brokers:
"Jika sebuah akuisisi terasa terlalu terburu-buru dan intuisi Anda membuat Anda merasa bahwa akuisisi tersebut tidak tepat untuk Anda, saya jamin akan ada kesepakatan bagus lainnya untuk Anda di masa depan."
Tempat membeli bisnis online
Ada marketplace mapan untuk membeli dan menjual bisnis online. Mereka menampilkan bisnis dari berbagai jenis, ukuran, dan usia, mulai dari situs afiliasi yang menangkap traffic niche hingga toko mapan dengan aliran pelanggan.
Berikut beberapa contoh marketplace tempat Anda dapat menjelajahi dan membeli bisnis online. Selalu lakukan riset independen saat memilih marketplace dan menghubungi penjual.
Flippa

Flippa adalah platform populer untuk membeli dan menjual bisnis kecil, situs web, dan domain. Platform ini sangat cocok untuk menemukan situs e-commerce rintisan atau blog dengan fokus tertentu. Listing-nya sering kali menyediakan informasi terperinci tentang kinerja bisnis, termasuk data traffic dan pendapatan.
Empire Flippers

Empire Flippers mensyaratkan proses pemeriksaan yang menyeluruh untuk bisnis yang dijual di marketplace-nya, memastikan data keuangan dan statistik traffic yang Anda lihat sah.
BizBuySell

BizBuySell memiliki basis data bisnis yang besar untuk dijual, tidak hanya bisnis online tetapi juga toko fisik. Platform ini menawarkan alat untuk menyaring pencarian berdasarkan industri, lokasi, dan pendapatan, sehingga Anda dapat menyempurnakan pencarian bisnis yang tepat.
Acquire

Acquire.com semakin populer karena antarmuka yang ramah pengguna dan listing lengkap untuk bisnis berbasis teknologi dan web. Jika Anda mencari bisnis rintisan teknologi atau perusahaan perangkat lunak, ini mungkin tempat yang tepat.
Mengapa membeli bisnis?
Membeli bisnis yang sudah ada alih-alih memulainya dari nol menawarkan berbagai manfaat.
Lewati kerumitan tahap rintisan
Mendirikan bisnis baru bisa terasa membebani, Anda dituntut untuk membangun brand, mengembangkan produk, dan menyiapkan kantor administrasi. Saat Anda membeli bisnis yang sudah mapan, bagian tersulit dari memulai bisnis sudah diselesaikan untuk Anda.
Semua aspek fundamental sudah tersedia; Anda tinggal masuk dan mengambil kemudi.
Mulai berjualan langsung
Salah satu keuntungan terbesar dari membeli bisnis yang sudah ada adalah kemampuan untuk langsung melakukan penjualan. Sejak hari pertama, Anda dapat fokus pada penskalaan dan ekspansi.
Alex Yurek, pemilik Detour Coffee Roasters, melihat pembelian bisnis yang sudah ada sebagai peluang untuk fokus membangun brand.
"Ada begitu banyak peluang untuk merenovasi brand, meningkatkan apa yang kami lakukan secara digital, dan benar-benar membawa organisasi ke mode pertumbuhan," katanya.
Manfaatkan basis pelanggan yang sudah ada
Dengan bisnis yang sudah mapan, Anda sering kali langsung mendapatkan akses ke basis pelanggan setia, yang memberikan keunggulan operasional.
"Dengan membeli bisnis yang sudah ada, kami memperoleh basis data pelanggan yang sudah ada, sejumlah pelanggan tetap, dan tingkat persiapan yang membuat kami bisa beroperasi sejak hari pertama," kata konsultan digital Rob Weatherhead.
Peroleh aset tak berwujud yang berharga
Saat membeli bisnis, Anda sering kali memperoleh lebih dari sekadar pelanggan atau inventaris. Anda juga membeli aset tak berwujud seperti paten, reputasi brand, dan loyalitas pelanggan. Aset-aset ini sangat berharga dan bisa memakan waktu bertahun-tahun untuk dibangun dari nol.
Peluang untuk berkembang
Membeli bisnis yang sudah ada bukan hanya tentang mempertahankan operasional saat ini; ini adalah kesempatan untuk menumbuhkan dan menyempurnakannya. Anda dapat membawa bisnis yang sudah ada ke audiens global atau beralih menjadi toko fisik jika bisnis tersebut saat ini hanya beroperasi secara online.
Hal-hal yang perlu dipertimbangkan sebelum membeli bisnis
Saat Anda ingin membeli bisnis, membuat daftar periksa dapat memandu proses evaluasi Anda. Fokuslah pada area-area kunci ini untuk membantu memastikan pembelian yang matang.
Inventaris
Periksa produk apa saja yang dimiliki bisnis dalam stoknya dan pahami nilai inventarisnya. Jika bisnis mempromosikan dirinya sebagai "bisnis plus stok senilai tertentu", pastikan Anda tahu persis apa yang termasuk di dalamnya. Renungkan apakah inventaris tersebut sesuai dengan model bisnis masa depan yang Anda bayangkan.
Peralatan
Pastikan peralatan penting termasuk dalam penjualan. Jika bisnis memerlukan peralatan khusus untuk beroperasi, seperti mesin sablon untuk produsen pakaian, pastikan peralatan tersebut menjadi bagian dari kesepakatan. Beberapa peralatan mungkin disewa atau dibiayai, yang berarti Anda akan mengambil alih kewajiban pembayarannya.
Laporan pajak
Laporan keuangan sebuah bisnis memberikan wawasan tentang kinerja perusahaan. Mintalah pemilik saat ini untuk membagikan laporan keuangan selama lima tahun terakhir, termasuk neraca terkini, laporan laba rugi, dan laporan pajak.
Catatan penjualan
Catatan penjualan adalah bagian penting dari uji tuntas, karena catatan ini memverifikasi berapa banyak yang telah dihasilkan perusahaan. Analisis transaksi bisnis untuk memahami metrik biaya akuisisi pelanggan dan retensi pelanggan.
Catatan penjualan memungkinkan Anda memahami berapa banyak ruang gerak finansial yang Anda miliki setelah mengambil alih perusahaan, seperti yang disarankan Rob Weatherhead.
"Kami tidak menyiapkan cukup ruang gerak investasi pasca pembelian," kata Rob. "Segala sesuatu butuh waktu untuk berjalan, bahkan ketika Anda membeli bisnis yang sudah ada, jadi ada baiknya menyisihkan sebagian cadangan."
Pengungkapan utang
Mintalah penjual mengungkapkan utang terkait bisnis sebelum Anda setuju untuk membeli perusahaan. Anda akan bertanggung jawab atas utang ini begitu bisnis menjadi milik Anda.
Lakukan pemeriksaan kredit untuk melihat riwayat kredit perusahaan. Jika pemilik saat ini memiliki pembayaran yang terlambat atau menunggak, Anda mungkin menghadapi kesulitan, seperti tingkat persetujuan yang rendah atau suku bunga yang tinggi saat mengajukan kredit di masa depan.
FAQ cara membeli bisnis
Apakah Shopify Exchange Marketplace masih ada?
Per 1 November 2022, Shopify Exchange Marketplace berhenti memproses penjualan.
Apa perbedaan antara waralaba dan membeli bisnis?
Membeli bisnis berarti mengambil alih kepemilikan penuh atas perusahaan yang sudah ada, yang mencakup segalanya mulai dari inventaris hingga pelanggan. Di sisi lain, waralaba (franchising) berarti membeli hak untuk beroperasi di bawah nama brand yang sudah dikenal serta menggunakan model bisnis, logo, dan produk yang sudah ada. Perbedaan utamanya terletak pada kontrol dan kepemilikan: membeli bisnis memberi Anda otonomi yang lebih besar dibandingkan waralaba, di mana banyak keputusan operasional dipengaruhi oleh pemilik waralaba.
Bagaimana cara mengambil alih bisnis yang sudah ada?
- Pilih jenis bisnis yang ingin Anda beli.
- Cari bisnis yang dijual.
- Pahami alasan di balik penjualan.
- Perkirakan nilai bisnis tersebut.
- Atur opsi pembiayaan Anda.
- Negosiasikan harga.
- Susun dan tandatangani surat pernyataan minat.
- Tinjau dengan cermat dokumen hukum yang relevan.
- Selesaikan kesepakatan dengan menandatangani perjanjian pembelian.
Apakah membeli bisnis yang sudah ada merupakan ide yang bagus?
Untuk membeli bisnis dan memperoleh kendali, Anda biasanya perlu mengakuisisi sebagian besar sahamnya. Kepemilikan pengendali umumnya membutuhkan lebih dari 50% ekuitas bisnis.
Berapa persentase yang Anda perlukan untuk membeli bisnis?
Tidak ada persentase minimum yang perlu Anda beli saat membeli sebagian dari perusahaan. Namun, untuk mengakuisisi bisnis dan mengalihkan kepemilikan, Anda memerlukan sebagian besar saham.
Bagaimana cara mendapatkan uang untuk membeli bisnis?
Ada beberapa strategi untuk membiayai pembelian bisnis, di antaranya:
- pembiayaan dari penjual, di mana pemilik sebelumnya membantu mendanai pembelian.
- pinjaman SBA, yang sebagian dijamin oleh pemerintah.
- pinjaman bank konvensional.
- pembiayaan piutang usaha, menggunakan pembayaran yang masuk sebagai jaminan pinjaman.
- pinjaman koperasi kredit, yang mungkin menawarkan syarat lebih menguntungkan jika Anda adalah anggota.

